Widget edited by super-bee

Minggu, 25 November 2012

BETERNAK CUCAK RAWA

BETERNAK CUCAK RAWA

Umum

Gambar Terposting

Burung cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) merupakan jenis burung berkicau yang berasal dari keluarga Pycnonotidae. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut dengan nama Strawheaded Bulbul karena mempunyai kepala yang berwarna kuning jerami pucat.
Masyarakat Aceh menyebut burung ini dengan nama Berjuk Bale, masyarakat Sunda menyebut burung ini dengan Cangkurawah  sedangkan dalam bahasa jawa disebut dengan Cucak rawa (bahasa Jawa) yang merupakan nama yang paling dikenal dari sekian banyak sebutan daerah di Indonesia.
Burung cucakrawa termasuk ke dalam suku Merbah atau cucak-cucakan. Kata Merbah yang berasal dari bahasa Melayu merujuk kepada beberapa jenis burung berkicau di semak belukar yang memiliki bulu suram. Misalnya bentet, tepus, pelanduk, dan lain-lain.
Beberapa contoh burung yang merupakan anggota suku merbah adalah Cucak gunung (P bimaculatus), Cucak kutilang (P. aurigaster), Empuloh janggut (Alophoixus bres), Cucak kuning (P. melanicterus), Merbah belukar (P. plumosus) dan Merbah cerukcuk (P. goiavier).
Burung-burung yang berasal dari suku merbah memiliki beberapa sebutan yang berbeda untuk setiap daerah di Indonesia. Misalnya cucak untuk daerah Jawa dan sekitarnya. Tempulu’, empuruk, tempuruk, empulu’, pampulu, dan empuloh untuk sebutan-sebutan bahasa Melayu di Sumatera dan Kalimantan.
Cucak rawa termasuk salah satu burung berkicau yang banyak disuka oleh para pecinta burung karena memilik suara yang unik dan khas sehingga burung ini biasanya diikutkan ke perlombaan burung.
Saat ini populasi dari spesies cucak rawa masih berstatus Vulnerable (terancam punah) sehingga burung cucak rawa semakin sulit ditemukan di alam bebas, terutama di pulau Jawa.

Jenis

Gambar Terposting

Dalam IUCN Redlist burung ini mempunyai status rentan (vulnerable), sedangkan CITES memasukkan burung ini dalam daftar Apendiks II.
Di Indonesia burung ini memiliki 27 jenis dan wilayah yang paling banyak adalah di Indonesia bagian barat. Hingga saat ini ada 2 spesies yang menyebar hingga ke Sulawesi dan Lombok. Ada pula spesies yang menyebar hingga ke Maluku yaitu yakni  lophoixus affinis (Brinji emas)
Burung yang berumur sekitar jutaan tahun ini telah berkembang menjadi sembilan subspesies yang berbeda. Misalnya P bimaculatus (Cucak gunung), P. plumosus (Merbah belukar), Alophoixus bres (Empuloh janggut), P. melanicterus (Cucak kuning), P. aurigaster (Cucak kutilang), dan P. goiavier (Merbah cerukcuk).
Habitat

Burung Cucak rawa banyak temukan di daerah rawa-rawa, daerah sungai dan di tepian hutan. Burung ini sering bersembunyi di antara daun-daun semak belukar sehingga sering kali kita tidak melihat wujudnya, tapi hanya bisa mendengar suaranya saja yang nyaring dan khas.
Burung cucakrawa berasal dari Asia Tenggara dimana daerah penyebarannya di dataran rendah dan perbukitan di Thailand, Malaysia, Brunei, Myanmar dan Indonesia. Burung ini masuk ke Indonesia melalui Kalimantan, Sumatera dan Jawa Barat.
Burung cucak rawa ini hidup di dataran rendah, hutan sekunder, dan lahan basah seperti rawa, sungai atau hutan bakau yang berada di dataran rendah hingga ketinggian 1.600 m dpl.
Untuk  saat ini sudah sangat sulit untuk menemukan burung ini hidup di alam bebas karena adanya perburuan liar besar-besaran.
Makanan

Gambar Terposting

Burung cucak rawa membutuhkan pakan yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisinya. Makanan alami burung cucak rawa adalah serangga kecil, cabe rawit hutan yang kecil, siput air, buah jenis beringin, buah-buahan halus yang lunak seperti pisang dan papaya.
Cucak rawa juga membutuhkan mineral sebagai ko-enzim untuk menghasilkan tenaga tambahan, penyembuhan dan pertumbuhan. Selain itu mineral juga berfungsi untuk keseimbangan cairan tubuh, pembentukan darah dan tulang, memperlancar sistem pembuluh darah jantung, dan lain-lain.
Mineral yang dibutuhkan oleh cucak rawa adalah Besi, Fosfor, Mangaan, Seng, Yodium, Klorin, Magnesium, Cuprum dan Kalium.
Makanan yang tepat untuk cucak rawa :

  • Voer
sebaiknya pilih voer yang mempunyai kadar protein sekitar 12%-18%. Harga voer yang mahal belum tentu memiliki kandungan nutrisi yang cocok dengan sistem metabolisme burung Cendet. Selalu ganti Voer dengan yang baru dua hari sekali dan harus Voer juga harus selalu tersedia didalam cepuk.
  • Buah-buahan
Burung cucak rawa sangat menyukai buah-buahan yang lunak seperti pisang, papaya, pisang kepok putih, tomat, pir, apel, dan lain-lain..
Pemberian buah Pepaya sebaiknya diperbanyak karena buah pepaya kaya akan vitamin C yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung. Selain itu buah papaya juga sangat mudah dicerna sehingga sangat baik untuk menjaga sistem metabolisme pencernaan burung.
  • Extra Fooding (EF)
Extra Fooding adalah pakan tambahan yang bisa diberikan ke burung cucak rawa. Pemberian pakan tambahan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan burung dan efek dari pemberian pakan tambahan tersebut.
Contoh dari Extra Fooding adalah kroto, jangkrik, ulat bamboo, ulat hongkong, kelabang, orong-orong, dan lain-lain.

Ciri-ciri

Ciri-ciri fisik :
  • Memiliki ukuran tubuh sedang, leher pendek, dan agak ramping.
  • Panjang tubuh dari ujung paruh ke ekor sekitar 28 cm.
  • Memiliki ekor yang panjang yaitu sekitar 9 cm.
  • Kepala cucak rawa berwarna pucat.
  • Memiliki kumis hitam yang mencolok.
  • Memiliki mahkota dan penutup telinga jingga jerami.
  • Punggung berwarna coklat zaitun dan bercoret putih.
  • Panjang paruh 2,5 cm.  Saat masih muda paruh berwarna kemerahan, namun saat dewasa akan berubah warna menjadi hitam mengkilat.
  • Bermisai halus.
  • Sebagian spesies burung cucak rawa jantan dan betina memiliki warna yang cerah pada perut, dada atau seluruh tubuhnya seperti jingga, merah, kuning, merah. Akan tetapi ada juga yang memiliki warna kekuningan atau keabu-abuan, berwarna coklat zaitun yang suram dengan warna jingga, merah atau kuning pada pantatnya.
  • Memiliki jambul yang bisa digerak-gerakkan.
  • Memiliki sayap dan ekor yang berwarna coklat kehijauan.
  • Memiliki dagu dan tenggorokan yang berwarna putih.
  • Memiliki dada yang berwarna abu-abu bercoret putih.
  • Perut berwarna abu-abu.
  • Memiliki tungging yang berwarna kuning.
  • Memiliki iris yang berwarna kemerahan.
  • Memiliki warna kaki coklat gelap.
  • Pantat berwarna kuning.
Cara Membedakan cucak rawa jantan dan betina

Cucak rawa merupakan burung monomorfik di mana tidak ada perbedaan yang bisa terlihat dari luar untuk membedakan antara burung jantan dan burung betina. Walaupun begitu ada beberapa patokan yang bisa dipakai untuk menentukan jenis kelamin burung cucak rawa.

Ciri-ciri fisik burung cucak rawa jantan :
  • Memiliki bentuk kepala yang bulat dengan warna bulu yang lebih tua dan seperti mempunyai belahan bulu.
  • Bulu rahang nampak lebih bersih cerah dan putih.
  • Bulu pada sayap dan punggung dan sayap cenderung berwarna abu-abu.
  • Adanya garis-garis hitam putih yang lebih jelas.
  • Ekor lebih panjang dan tebal.
  • Adanya garis hitam di bawah mata yang nampak lebih jelas.
Ciri-ciri fisik burung cucak rawa betina :
  • Memiliki bentuk kepala yang lebih datar dengan warna bulu yang lebih ringan dan tidak terdapat belahan bulu.
  • Bulu pada rahang terlihat lebih kotor dan tampak putih keabu-abuan.
  • Adanya garis-garis hitam putih yang tidak terlalu jelas.
  • Memiliki ekor yang lebih pendek dan agak sedikit mengembang.
  • Bentuk paruh lebih pipih dan terlihat lebih cantik.
  • Adanya garis hitam di bawah mata dengan warna yang lebih ringan.
Suara antara burung cucak rawa jantan dan betina pun berbeda. Anda harus benar-benar teliti untuk bisa membedakannya.
Ciri-ciri suara burung cucak rawa jantan:
  • Sering membuat nada-nada panggil yang keras, tinggi dan melengking.
  • Memiliki lebih banyak variasi nada dan irama.
  • Jika berkicau bersama burung betina, burung cucak rawa jantan akan memimpin irama lagunya.
Ciri-ciri suara burung cucak rawa betina :
  • Suara terdengar dalam dan besar sebagai jawaban atas kicauan burung cucak rawa jantan.
  • Variasi suara terdengar monoton dan hanya memberi jawaban kicauan cucak rawa jantan.
  • Perbandingan ini akan menjadi lebih mudah apabila burung jantan dan betina didekatkan untuk melihat kicauan yang saling bersaut sautan. Namun anda harus teliti karena burung betina memiliki suara ropel atau dobel .
Suara ropel adalah kicauan yang panjang bergulung dengan nada yang bervariasi seperti ocehan 2-3 burung yang digabung menjadi satu.

Sifat
  • Semi fighter.
Burung Cucak rawa bukan termasuk burung petarung. Bila burung ini mendadak menjadi  petarung itu karena pengaruh birahi atau karena faktor menjaga daerah teritorialnya.
  • Tidak mudah beradaptasi.
Burung Cucak rawa sulit menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang baru. Selain itu, burung ini mudah kaget apabila ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya di lingkungannya.
  • Mudah stres.
Apabila sedang terancam Burung ini mudah panik dan stress apabila merasa terancam.
  • Mudah jinak.
Jika mendapat perawatan dan perlakuan yang baik maka burung ini akan mudah menjadi jinak kepada pemiliknya.
Selain itu cucak rawa mempunyai suara kicauan yang jelas, keras,  bertalun, volume naik turun, berirama baku, dan saling bersahutan.

Perawatan

Cucak rawa bisa dipelihara dan dirawat dalam sebuah sangkar kotak berukuran panjang 60 cm, lebar 45 cm dan  tinggi 70 cm. Untuk tempat bertengger anda bisa menggunakan kayu asam dengan diameter 1,5 cm.

Perawatan harian

Metode perawatan burungcucak rawa tidak jauh berbeda dengan jenis burung berkicau lainnya, yaitu harus merawat burung cendet  dengan baik diantaranya rutin memberi pakan yang baik, sering dimandikan, dan sering dijemur.
Anda bisa melakukan Pola Perawatan Harian burung cucak rawa seperti di bawah ini :
  • Jam 7 pagi burung cucak rawa diangin-anginkan di teras.
  • Setengah jam kemudian burung cucak rawa dimandikan, bisa dengan cara disemprot atau karamba.
  • Kandang harus dalam kondisi yang bersih setiap hari. Air minum dan Voer dalam kandang harus dalam kondisi yang segar.
  • Jangan memberi pakan jangkrik hidup pada burung cucak rawa. Anda bisa menambahkan 4 ekor jangkrik pada cepuk EF.
  • Anda bisa melakukan penjemuran pada burung cucak rawa yang dilakukan sekitar 1 hingga 2 jam selama sehari mulai jam 8 pagi sampai jam 11 siang. Sebaiknya burung cucak rawa tidak melihat burung sejenis selama masa penjemuran.
  • Bila sudah dijemur, bawa burung cucak rawa ke teras untuk diangin-anginkan selama 10 menit, namun sangkar harus dalam keadaan tertutup (dikerodong).
  • Burung cucak rawa bisa dimaster dengan burung-burung master atau suara master pada jam 10 siang sampai jam 3 sore.
  • Burung diangin-anginkan kembali pada jam 15.30 WIB, sebaiknya sambil dimandikan juga.
  • Beri 3 ekor jangkrik pada cepuk EF.
  • Burung cucak rawa kembali diperdengarkan suara master sambil dikerodong selama masa istirahat jam 6 sore sampai pagi.
Tips tambahan
  • Sebaiknya beri 1 sendok teh kroto segar yang bisa diberikan 2x (maksimal) dalam seminggu. Misalnya setiap hari Selasa pagi dan hari Jumat pagi.
  • Buah segar bisa diberikan setiap hari, dengan format tertentu: Misalnya hari Senin sampai Kamis diberi buah apel, pada hari Jumat diberi pisang, pada hari Sabtu diberi apel atau pisang.
  • Beri cucak rawa multivitamin yang bisa dicampurkan ke  air minum sekali dalam satu minggu.
  • Beri buah pisang yang sebelumnya sudah diolesi madu setiap hari Sabtu.
Cara mengatasi burung cucak rawa yang sedang over birahi
  • Porsi jangkrik ditingkatkan menjadi 2 ekor pada pagi hari dan pada sore hari menjadi 2 ekor pada sore hari.
  • Cacing bisa diberikan 2 kali dalam satu minggu dengan jumlah 2 ekor.
  • Ulat bambu bisa diberikan 3 kali dalam satu minggu dengan jumlah 2 ekor.
  • Burung harus lebih sering dimandikan, terutama ketika malam.
  • Kurangi masa penjemuran burung menjadi 30 menit setiap hari.
Cara mengatasi burung cucak rawa yang sedang drop
  • Porsi jangkrik yang diberikan ke burung ditingkatkan menjadi 5 ekor pada pagi dan sore.
  • Porsi pemberian kroto ditingkatkan setiap hari.
  • Kelabang bisa diberikan satu minggu sekali dengan jumlah 2 ekor.
  • Mandikan burung sekali saja dalam 2 hari.
  • Burung diisolasi dan jangan sampai melihat atau mendengar suara burung sejenis.
  • Burung bisa dijemur lebih lama dengan ditambahkan sekitar 2-3 jam dalam setiap kali masa penjemuran.

Coba lihat kandang penangkaran burung cucakrowo di sejumlah penangkar, rata-rata tertutup rapat. Tetapi tidak demikian dengan breeding ala Gunawan Wibisono Ungaran. Selain kandang terbuka, sebagian besar cucakrowonya terbiasa menjadi “tontonan” ketika masa kawin bahkan selama masa mengeram.

Dari 14 kandang penangkaran burung cucakrowo Om Gun – demikian biasa saya memanggilnya – ada memang beberapa yang berada di balik tembok rapat. “Tetapi saya menyesal juga, sudah menghabiskan banyak biaya, hasilnya ya sama dengan burung yang saya tangkar di kandang terbuka. Malah saya agak kesulitan mengontrolnya,” kata dia kepada Om Kicau yang beberapa waktu lalu sempat main (lagi) ke rumahnya bersama Om Dwi Lovebird Joga, Om Joko Pamungkas Om Wahyudi Kartasura.

Gambar Terposting
3 dari 14 kandang penangkaran Om Gun tampak depan
Dengan kandang terbuka, menurut dia, banyak keuntungannya. Antara lain, bisa menekan biaya kandang, pasangan burung tidak mudah stres meski di sekitarnya banyak suara gaduh atau lalu lalang orang, memudahkan pengontrolan serta memberikan sirkulasi udara yang bagus sebagai salah satu syarat sukses menangkar burung.
“Dengan kandang terbuka, juga bisa menjadi penghilang rasa jenuh karena setiap saat kita bisa menonton burung bercumbu, bertelor atau sedang mengeram,” katanya.
Lantas mengapa banyak penangkar cucakrowo yang membuat kandang dengan dinding rapat? Menurut Om Gun, hal itu karena sudah berkembang mitos bahwa burung cucakrowo mudah stress dan akhirnya tidak mau beranak-pinak kalau selama ditangkar dilihat-lihat orang.
Artinya, jika burung cucakrowo sejak awal memang ditangkarkan di kandang yang bagian dalamnya bisa dilihat-lihat maka burung akan menyesuaikan. “Oleh karena itu, sebaiknya sejak awal memang sudah dikondisikan demikian. Kita tidak akan banyak menemui kendala burung macet produksi hanya karena ada suara gaduh disekitarnya atau hanya karena lihat-lihat atau kita pegang-pegang sarangnya.”

Penjodohan mudah
Gambar Terposting
Sepasang indukan murai batu di kandang penangkaran Om Gunawan
Jika selama ini banyak breeder burung cucakrowo mengaku kesulitan dalam proses penjodohan, tidak demikian halnya dengan Om Gun. “Nggak perlu lama bagi saya untuk bisa menentukan mana pasangan bisa beranak pinak atau tidak,” katanya.
Hanya saja memang, cara yang digunakan Om Gun relatif memakan biaya. Ya bagaimana tidak, karena cara penjodohan yang dilakukan memerlukan modal besar yakni mengumpulkan beberapa cucakrowo jantan dan betina yang dimasukkan ke kandang koloni.
Mula-mula, masing-masing burung diberi tanda dengan melingkarkan benang yang ditalikan di masing-masing burung. Warna benang dibuat berbeda-beda antara satu burung dengan burung lainnya. Setelah itu semuanya dimasukkan ke dalam kandang koloni.
Pada malam hari, Om Gun tinggal menyorot dengan lampu untuk melihat burung jantan dengan benang warna apa tidur berdekatan dengan betina yang diberi tanda warna apa. Jika sudah ada jantan dan betina yang selalu berdampingan selama satu sampai tiga malam, maka kedua burung itu diambil pada siang harinya dan dimasukkan ke kandang penangkaran.
“Tidak sampai sepekan biasanya burung sudah menyusun sarang dan si betina mulai bertelur, mengeram dan selanjutnya menghasilkan anakan,” kata Om Gun yang sudah menangkar burung cucakrowo sejak awal dekade 2000-an tetapi baru bisa merasakan hasil memuaskan baru pada beberapa tahun terakhir ini.
Dengan metode penjodohan demikian serta memberikan asupan gizi dan multivitamin khusus breeding yang bagus, Om Gun tidak pernah mengalami kendala dalam memasangkan atau menjodohkan burung cucakrowo.
Sediakan beberapa tempat sarang
Gambar TerpostingSementara itu untuk membuat burung cucakrowo lebih nyaman beranak-pinak, Om Gun membuat interior kandang yang terbilang “wah”. Selain nyaman untuk burung, nyaman juga untuk dilihat-lihat sebagai penyejuk mata. Sebab, di dalam kandang itu dibuatkan taman mini dengan beberapa tumbuhan, kolam yang di atasnya air terus mengalir dengan bantuan water-pump.
Di dalam kandang itu juga dia sediakan beberapa alternatif tempat burung bersarang. Di sana tersedia tempat sarang dari kotak kayu, ada sarang di cabang tanaman, ada pula sediaan tempat sarang yang menempel di dinding kandang.
“Burung cucakrowo ada yang suka berpindah-pindah sarang. Suatu ketika milih sarang di tanaman, kali lain di sarang yang menempel di dinding dan pada waktu lain pindah ke lain sarang lagi. Tidak menetap di satu tempat,” kata Om Gun.
Anakan mati
Meski sukses dalam penjodohan, pada awalnya Om Gun banyak menemui kendala dalam perawatan piyik cucakrowo.
“Saya berhasil membesarkan anakan cucakrowo sampai gede-gede dalam jumlah banyak ya belum lama. Dulu banyak yang mati karena kesalahan dalam pengaturan suhu inkubator, serta kurang memperhatikan asupan untuk burung piyikan. Tetapi saat ini ya sudah bisa dibilang tidak terlalu banyak kendala,” katanya mantab.

Prospek penangkaran cucakrowo
Selain menangkar burung cucakrowo, saat ini Om Gun juga menangkarkan burung murai batu dan burung lovebird. “Nggak tahu ya, saya kok merasa menangkar burung cucakrowo, murai batu dan lovebird itu mudah. Barangkali memang di situ hoki saya,” kata Om Gun yang bos sebuah perusahaan pengembang perumahan itu.
Namun diakuinya, dari usaha breeding cucakrowo dan lovebird dia mendapatkan banyak keuntungan. “Kalau untuk murai batu, yang saat ini ada tujuh kandang, tidak saya fokuskan sebagai profit center tetapi karena kebetulan saja saya suka murai batu. Justru karena suka itulah saya memilih benar hanya indukan-indukan berkualitas yang saya tangkar,” ujarnya.
Mengenai prospek penangkaran burung cucakrowo, Om Gun yakin masih terbuka lebar peluangnya dan akan bertahan lama. “Saya yakin, penangkaran cucakrowo tidak ada matinya. Harga piyikan relatif stabil dan meskipun jarang ada kelas cucakrowo di arena lomba burung, penghobi cucakrowo terus bertambah dan mereka bukan penghobi burung musiman yang mudah memindahkan pilihan jenis burung piaraan.”
Anda pengin belajar menangkar cucakrowo? Silakan saja berkenalan dengan Om Gun dan dapatkan tips-tipsnya langsung di rumahnya yang asri di Ungaran. Kalau Anda jenuh ngobrol, Anda bisa juga bersantai ria dengan bermain bilyard di lantai II rumahnya, atau bisa juga melihat-lihat cucakrowo yang sedang mengeram tanpa takut akan kehadiran orang di lantai III.
Manteb deh pokoknya…
Inilah serangkaian foto di penangkaran Om Gunawan.

Klik saja masing-masing untuk memperbesar gambar…
Gambar Terposting 

Anakan cucakrowo dan murai batu Om Gun
Gambar Terposting
Anakan cucakrowo dan murai batu Om Gun
  Gambar Terposting
Anakan cucakrowo dan murai batu Om Gun
Gambar Terposting
Anakan cucakrowo Om Gun
Gambar Terposting
Anakan cucakrowo dan murai batu Om Gun
 
Gambar Terposting
Indukan mengeram di kandang penangkaran burung Om Gun  
Gambar Terposting
Srang yang dicantelkan di pohon dalam kandang 
  Gambar Terposting
Sepasang cucakrowo siap masuk kandang penangkaran
  Gambar Terposting
Sepasang indukan cucakrowo di kandang penangkaran Om Gunawan


Gambar Terposting

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar yang baik agar kita dapat menjadi sobat blogger selamanya.
terimakasih dan jangan lupa follow ya, nanti saya follow balik.