Widget edited by super-bee

Minggu, 25 November 2012

BETERNAK PUNGLOR ATAU ANIS MERAH

BETERNAK PUNGLOR ATAU ANIS MERAH
by: polengs
Gambar Terposting


Perawatan anis merah bakalan Saat ini banyak problem yang dialami para kicaumania berkaitan dengan perawatan anakan anis merah atau anis merah bakalan. Banyak sudah tips diberikan, namun ini ada tanya jawab di Agrobis Burung yang kiranya bisa menjadi salah satu referensi untuk Anda. Pertanyaan disampaikan Maulana Azhar dari Jombang.


“Saya memelihara 2 ekor bakalan anis merah, yang menurut penjualnya burung tersebut berjenus kelamin jantan. Burung saya pelihara dengan voor dengan stelan jangkrik 3 ekor di pagi hari dan 3 ekor di sore hari.

Hingga kini (sekitar 7 bulan) kedua burung tersebut hanya ngriwik saja, bahkan salah satunya kalau saya dekati sering ngeper-ngeper.

Menurut teman saya, burung yang ngeper tersebut berjenis kelamin betina, sehingga tidak akan dapat berkicau atau bergoyang.
Bagaimanakah perawatan burung anis merah yang benar sejak bakalan agar burung tersebut dapat cepat berkicau dan bergoyang. Apalah artinya punya burung anis merah yang tidak bisa bergoyang.”
Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bahwa Budidaya burung anis merah bersifat monomorphisme, sehingga penampilan fisik antara jantan dan betina tidak ada bedanya, meskipun sebenarnya susunan sistem reproduksi yang ada di dalam rongga perutnya berbeda antara jantan dan betina.

Anis merah jantan memiliki testis sebagai organ penghasll spermatozoa dan anis merah betina memiliki ovarium organ penghasil sel telur.

Anis merah yang berjenis kelamin jantan dan betina sama-sama memiliki kemampuan untuk berkicau dan bergaya teler, karena perilaku tersebut merupakan tanda bahwa burung tersebut sudah mencapai umur akil balik yang sedang menunjukkan gejala birahi.
Umur akil balik anis merah antara 5 sampai 7 bulan sehingga pada umur tersebut, burung yang dirawat dengan baik akan menunjukkkan gejala birahi berupa rajin berkicau dan teler bergoyang.
Jika anis merah Anda sekarang berumur sekitar 9 bulan dan belum menunjukkan gejala akil balik atau birahi berupa berkicau atau teler dapat disebabkan karena sistem organ reproduksi burung tersebut tidak berkembang dengan sempurna.
Pakan yang Anda berikan masih di bawah kebutuhan dasar yang diperlukan oleh burung setiap harinya sehingga burung mengalami defesiensi protein dalam waktu yang lama. Kekurangan protein sejak bakalan dapat menjadi penyebab utama tidak munculnya gejala birahi pada anis merah sehingga macet berkicau atau macet teler.
Agar anis merah dapat berkicau dan teler pada waktunya perlu mendapat perawatan yang maksimal agar semua sistem reproduksinya dapat berkembang dan berfungsi secara normal. Pakan berupa jangkrik, kroto, ulat hongkong serta cacing sebagai sumber protein harus diberikan secara bergantian dan dalam jumlah yang banyak. Tiap hari Senin dan Selasa dapat diberi suplemen yang dapat dioleskan pada serangga atau diteteskan di air minumnya.
Suplemen tersebut mengandung asam amino esensial sebagai zat pembentuk protein yang sangat diperlukan untuk perkembangan sistem reproduksi burung.
Pada hari Rabu dan Kamis perlu diberi suplemen yang dapat merangsang perkembangan dan elastisitas pita suara sehingga burung menjadi rajin berkicau dengan kualitas suara yang jernih, bening dan mengkristal. Buah-buahan berupa papaya, pisang atau apel dapat diberikan secara bergantian sebagai sumber serat dan vitamin segar bagi burung.
Agar anis merah Anda dapat berkicau dan teler tiap hari, sebelum tidur/pada sore hari diberi 3 tetes formula metabolisme langsung ke mulut. Formula tersebut diberikan hingga anis merah Anda dapat teler. Di samping itu, burung Anda perlu mendapat perawatan secara maksimal seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Demikian jawaban atas pertanyaan mengenai perawatan anis merah bakalan. Jawaban itu sebenarnya merupakan “jawaban standard”. Sebab, ya memang demikian seharusnya perawatan burung bakalan. Kalaua di alam, burung bisa diberikan makanan apa saja yang menurut indukannya adalah baik untuk anakannya. Kalau burung di sangkar, ya tentunya Anda yang bertanggung jawab memberikan pakan terbaik untuk si

burung.
Sekali lagi, inilah perlunya penekanan makanan tambahan untuk burung di sangkar selaian voer, buah dan serangga. Pastikan burung Anda benar-benar sehat sehingga organ tubuhnya bisa berkembang secara maksimal.
Sekadar contoh, untuk vitamin yang bisa diberikan sepekan dua kali misalnya, Anda bisa menggunakan BirdVit. Sedangkan untuk mempercepat proses pematangan organ reproduksi burung sehingga masa akil balik tidak terlambat datang, Anda bisa memberikan BirdSlim.
Sebab, selain merupakan suplemen asam amino lengkap, BirdSlim juga bisa mengurangi kegemukan pada burung karena over dalam mengonsumsi karbohidrat, sementara dia kekurangan protein.
Untuk burung-burung muda, Anda juga harus memastikan tidak terserang parasit, terutama kutu dan berbagai jenis cacing. Parasit bisa mengganggu proses tumbuh kembang burung bakalan karena menyerobot sari makanan dan darah yang ada pada burung. Selain itu, parasit membuat burung tidak pernah tenang, bahkan sekadar untuk belajar bunyi.


Anis merah memang dikenal sebagai burung yang sensitif terhadap iingkungan baru. Terlebih lagi perubahan suhu alam yang mencolok, bakal cepat membuat burung stres. Burung yang dibesarkan di desa yang dingin misalnya, jika dibawa ke kota yang bersuhu panas dipastikan akan mengalami shock.
Begitu juga perubahan menu pakan atau suasana yang berbeda dari tempat pertama akan juga memicu guncangan mental. Kasus seperti ini juga bisa menimpa anis merah asal Bali. “Namun stress mental akibat perubahan suasana sesungguhnya bisa dicegah,” terang Mr Baim dari Jalak Bali Team.
Antara anis bakalan dari desa dan anis yang sudah biasa mengenyam lapangan diperlakukan hampir sama jika berpindah lokasi agar tidak shock. Biasanya anis yang berpindah tangan mesti dibiarkan menggunakan sangkar asli dan dibawa dalam kondisi dikerodong. Di rumah yang baru, anis tersebut diusahakan digantung mirip dengan suasana di rumah pertama. Misalnya terbiasa di dalam kamar sendirian atau di luar rumah dengan burung lain.
Jika burung sudah tampak nyaman dan gacor, sangkar sudah bisa diganti.
Pengalaman merawat Raja Langit yang juga sering diinapkan di beberapa lokasi di Jawa dan tetap bisa tampil di lapangan membuktikan bahwa memahami karakter anis merah sehingga kontinuitas kenyamanan dan kondisi tubuhnya tetap terjaga menjadi kunci mempertahankan perfoma.
Hal yang sama juga dilontarkan Santo Utoyo, pemain anis merah yang sudah banyak mengorbitkan jawara-jawara nasional seperti Raja Petir. Anis merah bakalan jika berpindah lokasi mesti diperlakukan hati-hati agar terhindar dari stress. Sejak akan dibawa dari desa yang dingin sebaiknya dimandikan sebelum dibawa dengan membiarkan sangkar aslinya plus kerodong.
Di dalam perjalanan diusahakan tidak sampai tergoyang-goyang. Sampai di rumah langsung dimandikan. Jika tidak bisa mandi bak bisa dengan jalan disemprot. “Yang terpenting jangan sampai berangkat malam"

Berikut tips memilih burung Anis Merah (AM) yang bagus, berdasarkan ciri fisik (katuranggan) :


  • Pilih AM jantan, biasanya memakai ring atau kita bisa minta garansi ke penjual bahwa AM yang kita beli jantan.
  • Pilih AM yang sehat, tidak sakit & tidak cacat fisik. Biasanya AM yang sehat mempunyai sinar mata tajam tdk mengantuk / sering tidur dan tidak bersemangat.
  • Bentuk mata besar & sinar mata tajam.
  • Bentuk kepala lonjong.
  • Bentuk paruh tebal, besar dan panjang. Biasanya mempunyai power suara yang kuat.
  • Bentuk paruh jika dilihat dari atas terlihat lancip keatas (seperti bentuk buah belimbing).
  • Sobekan paruh pilih yang paling dekat dengan mata.
  • Bentuk lubang hidung memanjang dan lebar.
  • Posisi lubang hidung dekat dengan pangkal paruh.
  • Bentuk leher panjang.
  • Postur badan proposional (leher, badan dan ekor yang panjang) dan tidak gemuk.
  • Sayap mengepit rapat (singset).
  • Jari-jari panjang.
  • Ekor berbentuk huruf M.
Gaya teler dendasarkan pengamatan bentuk fisik :

Gaya Teler Klasik, bila cara berdirinya tegak, sehingga kaki tampak lebih panjang & jenjang.
Gaya Teler Doyong, bila cara berdirinya cenderung ngangkang, artinya posisi jari-jari atau telapak dalam mencengkeram di pangkringan tampak melebar, sehingga posisi badan menjadi lebih rendah. AM dengan gaya teler doyong sekarang sedang banyak diminati.






Gambar TerpostingPenangkaran Anis Merah masih menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Budidaya anis merah bisa menghasilkan keuntungan dan kepuasan mengingat penggemar burung anis merah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kicau anis merah tergolong merdu, bahkan sebagian orang mengatakan kicau burung Anis Merah sangat seksi (kicau Anis Merah bisa Anda download di bawah artikel ini). Lomba kicau burung Anis Merah juga sering diselenggarakan. Oleh karena itu, beberapa teman penggemar burung sangat antusias melakukan penangkaran Anis Merah sebagai usaha sampingan, disamping menyalurkan hobby.

Cara penangkaran Anis Merah bukanlah hal yang susah bagi penggemar burung ini yang sudah lama mengenal karakter Anis Merah. Untuk menjadi penangkar Anis Merah yang sukses, tentunya dipelukan pengetahuan dasar yang memadai tentang seluk-beluk penangkaran ternak unggas.

Inilah tips cara penangkaran Anis Merah bagi Anda yang berminat melakukan budidaya.
1. Menyiapkan kandang penangkaran Anis Merah yang memenuhi syarat tempat penangkaran. Bahan penting yang harus ada adalah sarang untuk bertelur dan cacing yang merupakan pakan kesukaan burung Anis Merah. Kandang penangkaran bisa berbentuk kotak dengan sekat di bagian tengah. Untuk lebih jelasnya tentang kandang bisa dilihat di Omkicau.com

2. Memilih indukan jantan yang sudah berumur 2 tahun atau lebih. Sedangkan indukan betina sebaiknya sudah pernah bertelur. Pertanda betina sudah birahi biasanya sering mengeleper dan mencuit-cuit seolah memanggil pejantan untuk dikawini.

3. Tempatkan sarang yang terbuat dari sabut kelapa dan diberi daun cemara di atasnya.

4. Kandang penangkaran dibagi menjadi dua dan diberi sekat. Bagian satu disediakan cacing beserta makanan lain, sedangkan sekat satunya diletakkan sarang yang sudah dibuat tadi.

5. Langkah selanjutnya, indukan jantan dimasukkan ke kandang penangkaran yang ada sarangnya, sedangkan si betina dimasukkan ke kandang penangkaran yang sudah disiapkan cacing dan makanan lain. Peletakkan indukan jantan pada bagian kandang yang diberi sarang dimaksudkan agar bahan sarang tersebut dimanfaatkan oleh Anis Merah jantan menarik perhatian Anis Merah betina untuk dikawini. Jika si betina sudah birahi, barulah pejantan membawakan sarang yang terbuat dari daun cemara itu dan menaruh di dekat si betina.

6. Hari pertama perlu disediakan jangkrik dan cacing dengan porsi 3 kali lipat dari biasanya agar birahi kedua indukan meningkat.

7. Pertanda Anis Merah jantan sudah birahi adalah apabila memainkan jangkrik atau cacing di mulutnya. Jika ini terjadi, segera lakukan pemberian pemberian porsi makanan lebih banyak di kandang pejantan. Sedangkan si betina cukup diberi voer agar jika masih lapar akan minta disuapi si jantan. Jika ini sering terjadi selama 3 hari berturut-turut atau lebih maka keduanya bisa disatukan agar terjadi perkawinan. Bagaimana jika tidak terjadi suap-suapan? Wah, ya sabar saja karena beberapa kasus, perjodohannya bisa butuh waktu lebih lama karena dasarnya memang Anis Merah jantan dan Anis Merah betina suka bertengkar.

8. Berdasarkan pengalaman yang dituturkan oleh Wah Haji Padepokan Gamprit, Jika Anis Merah sudah jodoh, harus diusahakan EF selalu tersedia dalam kandang, dan yang paling bagus EF-nya adalah cacing dan jangkring.
Gambar Terposting Kandang Penangkaran Anis Merah 1
Gambar Terposting Kandang Penangkaran Anis Merah 2

Sumber: Wak Haji Padepokan Gamprit

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Silakan berkomentar yang baik agar kita dapat menjadi sobat blogger selamanya.
terimakasih dan jangan lupa follow ya, nanti saya follow balik.