Widget edited by super-bee

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 25 November 2012

BETERNAK CUCAK RAWA

BETERNAK CUCAK RAWA

Umum

Gambar Terposting

Burung cucak rawa (Pycnonotus zeylanicus) merupakan jenis burung berkicau yang berasal dari keluarga Pycnonotidae. Dalam bahasa Inggris burung ini disebut dengan nama Strawheaded Bulbul karena mempunyai kepala yang berwarna kuning jerami pucat.
Masyarakat Aceh menyebut burung ini dengan nama Berjuk Bale, masyarakat Sunda menyebut burung ini dengan Cangkurawah  sedangkan dalam bahasa jawa disebut dengan Cucak rawa (bahasa Jawa) yang merupakan nama yang paling dikenal dari sekian banyak sebutan daerah di Indonesia.
Burung cucakrawa termasuk ke dalam suku Merbah atau cucak-cucakan. Kata Merbah yang berasal dari bahasa Melayu merujuk kepada beberapa jenis burung berkicau di semak belukar yang memiliki bulu suram. Misalnya bentet, tepus, pelanduk, dan lain-lain.
Beberapa contoh burung yang merupakan anggota suku merbah adalah Cucak gunung (P bimaculatus), Cucak kutilang (P. aurigaster), Empuloh janggut (Alophoixus bres), Cucak kuning (P. melanicterus), Merbah belukar (P. plumosus) dan Merbah cerukcuk (P. goiavier).
Burung-burung yang berasal dari suku merbah memiliki beberapa sebutan yang berbeda untuk setiap daerah di Indonesia. Misalnya cucak untuk daerah Jawa dan sekitarnya. Tempulu’, empuruk, tempuruk, empulu’, pampulu, dan empuloh untuk sebutan-sebutan bahasa Melayu di Sumatera dan Kalimantan.
Cucak rawa termasuk salah satu burung berkicau yang banyak disuka oleh para pecinta burung karena memilik suara yang unik dan khas sehingga burung ini biasanya diikutkan ke perlombaan burung.
Saat ini populasi dari spesies cucak rawa masih berstatus Vulnerable (terancam punah) sehingga burung cucak rawa semakin sulit ditemukan di alam bebas, terutama di pulau Jawa.

Jenis

Gambar Terposting

Dalam IUCN Redlist burung ini mempunyai status rentan (vulnerable), sedangkan CITES memasukkan burung ini dalam daftar Apendiks II.
Di Indonesia burung ini memiliki 27 jenis dan wilayah yang paling banyak adalah di Indonesia bagian barat. Hingga saat ini ada 2 spesies yang menyebar hingga ke Sulawesi dan Lombok. Ada pula spesies yang menyebar hingga ke Maluku yaitu yakni  lophoixus affinis (Brinji emas)
Burung yang berumur sekitar jutaan tahun ini telah berkembang menjadi sembilan subspesies yang berbeda. Misalnya P bimaculatus (Cucak gunung), P. plumosus (Merbah belukar), Alophoixus bres (Empuloh janggut), P. melanicterus (Cucak kuning), P. aurigaster (Cucak kutilang), dan P. goiavier (Merbah cerukcuk).
Habitat

Burung Cucak rawa banyak temukan di daerah rawa-rawa, daerah sungai dan di tepian hutan. Burung ini sering bersembunyi di antara daun-daun semak belukar sehingga sering kali kita tidak melihat wujudnya, tapi hanya bisa mendengar suaranya saja yang nyaring dan khas.
Burung cucakrawa berasal dari Asia Tenggara dimana daerah penyebarannya di dataran rendah dan perbukitan di Thailand, Malaysia, Brunei, Myanmar dan Indonesia. Burung ini masuk ke Indonesia melalui Kalimantan, Sumatera dan Jawa Barat.
Burung cucak rawa ini hidup di dataran rendah, hutan sekunder, dan lahan basah seperti rawa, sungai atau hutan bakau yang berada di dataran rendah hingga ketinggian 1.600 m dpl.
Untuk  saat ini sudah sangat sulit untuk menemukan burung ini hidup di alam bebas karena adanya perburuan liar besar-besaran.
Makanan

Gambar Terposting

Burung cucak rawa membutuhkan pakan yang mampu memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisinya. Makanan alami burung cucak rawa adalah serangga kecil, cabe rawit hutan yang kecil, siput air, buah jenis beringin, buah-buahan halus yang lunak seperti pisang dan papaya.
Cucak rawa juga membutuhkan mineral sebagai ko-enzim untuk menghasilkan tenaga tambahan, penyembuhan dan pertumbuhan. Selain itu mineral juga berfungsi untuk keseimbangan cairan tubuh, pembentukan darah dan tulang, memperlancar sistem pembuluh darah jantung, dan lain-lain.
Mineral yang dibutuhkan oleh cucak rawa adalah Besi, Fosfor, Mangaan, Seng, Yodium, Klorin, Magnesium, Cuprum dan Kalium.
Makanan yang tepat untuk cucak rawa :
  • Voer
sebaiknya pilih voer yang mempunyai kadar protein sekitar 12%-18%. Harga voer yang mahal belum tentu memiliki kandungan nutrisi yang cocok dengan sistem metabolisme burung Cendet. Selalu ganti Voer dengan yang baru dua hari sekali dan harus Voer juga harus selalu tersedia didalam cepuk.
  • Buah-buahan
Burung cucak rawa sangat menyukai buah-buahan yang lunak seperti pisang, papaya, pisang kepok putih, tomat, pir, apel, dan lain-lain..
Pemberian buah Pepaya sebaiknya diperbanyak karena buah pepaya kaya akan vitamin C yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung. Selain itu buah papaya juga sangat mudah dicerna sehingga sangat baik untuk menjaga sistem metabolisme pencernaan burung.
  • Extra Fooding (EF)
Extra Fooding adalah pakan tambahan yang bisa diberikan ke burung cucak rawa. Pemberian pakan tambahan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan burung dan efek dari pemberian pakan tambahan tersebut.
Contoh dari Extra Fooding adalah kroto, jangkrik, ulat bamboo, ulat hongkong, kelabang, orong-orong, dan lain-lain.

Ciri-ciri

Ciri-ciri fisik :
  • Memiliki ukuran tubuh sedang, leher pendek, dan agak ramping.
  • Panjang tubuh dari ujung paruh ke ekor sekitar 28 cm.
  • Memiliki ekor yang panjang yaitu sekitar 9 cm.
  • Kepala cucak rawa berwarna pucat.
  • Memiliki kumis hitam yang mencolok.
  • Memiliki mahkota dan penutup telinga jingga jerami.
  • Punggung berwarna coklat zaitun dan bercoret putih.
  • Panjang paruh 2,5 cm.  Saat masih muda paruh berwarna kemerahan, namun saat dewasa akan berubah warna menjadi hitam mengkilat.
  • Bermisai halus.
  • Sebagian spesies burung cucak rawa jantan dan betina memiliki warna yang cerah pada perut, dada atau seluruh tubuhnya seperti jingga, merah, kuning, merah. Akan tetapi ada juga yang memiliki warna kekuningan atau keabu-abuan, berwarna coklat zaitun yang suram dengan warna jingga, merah atau kuning pada pantatnya.
  • Memiliki jambul yang bisa digerak-gerakkan.
  • Memiliki sayap dan ekor yang berwarna coklat kehijauan.
  • Memiliki dagu dan tenggorokan yang berwarna putih.
  • Memiliki dada yang berwarna abu-abu bercoret putih.
  • Perut berwarna abu-abu.
  • Memiliki tungging yang berwarna kuning.
  • Memiliki iris yang berwarna kemerahan.
  • Memiliki warna kaki coklat gelap.
  • Pantat berwarna kuning.
Cara Membedakan cucak rawa jantan dan betina

Cucak rawa merupakan burung monomorfik di mana tidak ada perbedaan yang bisa terlihat dari luar untuk membedakan antara burung jantan dan burung betina. Walaupun begitu ada beberapa patokan yang bisa dipakai untuk menentukan jenis kelamin burung cucak rawa.

Ciri-ciri fisik burung cucak rawa jantan :
  • Memiliki bentuk kepala yang bulat dengan warna bulu yang lebih tua dan seperti mempunyai belahan bulu.
  • Bulu rahang nampak lebih bersih cerah dan putih.
  • Bulu pada sayap dan punggung dan sayap cenderung berwarna abu-abu.
  • Adanya garis-garis hitam putih yang lebih jelas.
  • Ekor lebih panjang dan tebal.
  • Adanya garis hitam di bawah mata yang nampak lebih jelas.
Ciri-ciri fisik burung cucak rawa betina :
  • Memiliki bentuk kepala yang lebih datar dengan warna bulu yang lebih ringan dan tidak terdapat belahan bulu.
  • Bulu pada rahang terlihat lebih kotor dan tampak putih keabu-abuan.
  • Adanya garis-garis hitam putih yang tidak terlalu jelas.
  • Memiliki ekor yang lebih pendek dan agak sedikit mengembang.
  • Bentuk paruh lebih pipih dan terlihat lebih cantik.
  • Adanya garis hitam di bawah mata dengan warna yang lebih ringan.
Suara antara burung cucak rawa jantan dan betina pun berbeda. Anda harus benar-benar teliti untuk bisa membedakannya.
Ciri-ciri suara burung cucak rawa jantan:
  • Sering membuat nada-nada panggil yang keras, tinggi dan melengking.
  • Memiliki lebih banyak variasi nada dan irama.
  • Jika berkicau bersama burung betina, burung cucak rawa jantan akan memimpin irama lagunya.
Ciri-ciri suara burung cucak rawa betina :
  • Suara terdengar dalam dan besar sebagai jawaban atas kicauan burung cucak rawa jantan.
  • Variasi suara terdengar monoton dan hanya memberi jawaban kicauan cucak rawa jantan.
  • Perbandingan ini akan menjadi lebih mudah apabila burung jantan dan betina didekatkan untuk melihat kicauan yang saling bersaut sautan. Namun anda harus teliti karena burung betina memiliki suara ropel atau dobel .
Suara ropel adalah kicauan yang panjang bergulung dengan nada yang bervariasi seperti ocehan 2-3 burung yang digabung menjadi satu.

Sifat
  • Semi fighter.
Burung Cucak rawa bukan termasuk burung petarung. Bila burung ini mendadak menjadi  petarung itu karena pengaruh birahi atau karena faktor menjaga daerah teritorialnya.
  • Tidak mudah beradaptasi.
Burung Cucak rawa sulit menyesuaikan diri terhadap lingkungannya yang baru. Selain itu, burung ini mudah kaget apabila ada sesuatu yang mengganggu ketenangannya di lingkungannya.
  • Mudah stres.
Apabila sedang terancam Burung ini mudah panik dan stress apabila merasa terancam.
  • Mudah jinak.
Jika mendapat perawatan dan perlakuan yang baik maka burung ini akan mudah menjadi jinak kepada pemiliknya.
Selain itu cucak rawa mempunyai suara kicauan yang jelas, keras,  bertalun, volume naik turun, berirama baku, dan saling bersahutan.

Perawatan

Cucak rawa bisa dipelihara dan dirawat dalam sebuah sangkar kotak berukuran panjang 60 cm, lebar 45 cm dan  tinggi 70 cm. Untuk tempat bertengger anda bisa menggunakan kayu asam dengan diameter 1,5 cm.

Perawatan harian

Metode perawatan burungcucak rawa tidak jauh berbeda dengan jenis burung berkicau lainnya, yaitu harus merawat burung cendet  dengan baik diantaranya rutin memberi pakan yang baik, sering dimandikan, dan sering dijemur.
Anda bisa melakukan Pola Perawatan Harian burung cucak rawa seperti di bawah ini :
  • Jam 7 pagi burung cucak rawa diangin-anginkan di teras.
  • Setengah jam kemudian burung cucak rawa dimandikan, bisa dengan cara disemprot atau karamba.
  • Kandang harus dalam kondisi yang bersih setiap hari. Air minum dan Voer dalam kandang harus dalam kondisi yang segar.
  • Jangan memberi pakan jangkrik hidup pada burung cucak rawa. Anda bisa menambahkan 4 ekor jangkrik pada cepuk EF.
  • Anda bisa melakukan penjemuran pada burung cucak rawa yang dilakukan sekitar 1 hingga 2 jam selama sehari mulai jam 8 pagi sampai jam 11 siang. Sebaiknya burung cucak rawa tidak melihat burung sejenis selama masa penjemuran.
  • Bila sudah dijemur, bawa burung cucak rawa ke teras untuk diangin-anginkan selama 10 menit, namun sangkar harus dalam keadaan tertutup (dikerodong).
  • Burung cucak rawa bisa dimaster dengan burung-burung master atau suara master pada jam 10 siang sampai jam 3 sore.
  • Burung diangin-anginkan kembali pada jam 15.30 WIB, sebaiknya sambil dimandikan juga.
  • Beri 3 ekor jangkrik pada cepuk EF.
  • Burung cucak rawa kembali diperdengarkan suara master sambil dikerodong selama masa istirahat jam 6 sore sampai pagi.
Tips tambahan
  • Sebaiknya beri 1 sendok teh kroto segar yang bisa diberikan 2x (maksimal) dalam seminggu. Misalnya setiap hari Selasa pagi dan hari Jumat pagi.
  • Buah segar bisa diberikan setiap hari, dengan format tertentu: Misalnya hari Senin sampai Kamis diberi buah apel, pada hari Jumat diberi pisang, pada hari Sabtu diberi apel atau pisang.
  • Beri cucak rawa multivitamin yang bisa dicampurkan ke  air minum sekali dalam satu minggu.
  • Beri buah pisang yang sebelumnya sudah diolesi madu setiap hari Sabtu.
Cara mengatasi burung cucak rawa yang sedang over birahi
  • Porsi jangkrik ditingkatkan menjadi 2 ekor pada pagi hari dan pada sore hari menjadi 2 ekor pada sore hari.
  • Cacing bisa diberikan 2 kali dalam satu minggu dengan jumlah 2 ekor.
  • Ulat bambu bisa diberikan 3 kali dalam satu minggu dengan jumlah 2 ekor.
  • Burung harus lebih sering dimandikan, terutama ketika malam.
  • Kurangi masa penjemuran burung menjadi 30 menit setiap hari.
Cara mengatasi burung cucak rawa yang sedang drop
  • Porsi jangkrik yang diberikan ke burung ditingkatkan menjadi 5 ekor pada pagi dan sore.
  • Porsi pemberian kroto ditingkatkan setiap hari.
  • Kelabang bisa diberikan satu minggu sekali dengan jumlah 2 ekor.
  • Mandikan burung sekali saja dalam 2 hari.
  • Burung diisolasi dan jangan sampai melihat atau mendengar suara burung sejenis.
  • Burung bisa dijemur lebih lama dengan ditambahkan sekitar 2-3 jam dalam setiap kali masa penjemuran.

Coba lihat kandang penangkaran burung cucakrowo di sejumlah penangkar, rata-rata tertutup rapat. Tetapi tidak demikian dengan breeding ala Gunawan Wibisono Ungaran. Selain kandang terbuka, sebagian besar cucakrowonya terbiasa menjadi “tontonan” ketika masa kawin bahkan selama masa mengeram.

Dari 14 kandang penangkaran burung cucakrowo Om Gun – demikian biasa saya memanggilnya – ada memang beberapa yang berada di balik tembok rapat. “Tetapi saya menyesal juga, sudah menghabiskan banyak biaya, hasilnya ya sama dengan burung yang saya tangkar di kandang terbuka. Malah saya agak kesulitan mengontrolnya,” kata dia kepada Om Kicau yang beberapa waktu lalu sempat main (lagi) ke rumahnya bersama Om Dwi Lovebird Joga, Om Joko Pamungkas Om Wahyudi Kartasura.

Gambar Terposting
3 dari 14 kandang penangkaran Om Gun tampak depan
Dengan kandang terbuka, menurut dia, banyak keuntungannya. Antara lain, bisa menekan biaya kandang, pasangan burung tidak mudah stres meski di sekitarnya banyak suara gaduh atau lalu lalang orang, memudahkan pengontrolan serta memberikan sirkulasi udara yang bagus sebagai salah satu syarat sukses menangkar burung.
“Dengan kandang terbuka, juga bisa menjadi penghilang rasa jenuh karena setiap saat kita bisa menonton burung bercumbu, bertelor atau sedang mengeram,” katanya.
Lantas mengapa banyak penangkar cucakrowo yang membuat kandang dengan dinding rapat? Menurut Om Gun, hal itu karena sudah berkembang mitos bahwa burung cucakrowo mudah stress dan akhirnya tidak mau beranak-pinak kalau selama ditangkar dilihat-lihat orang.
Artinya, jika burung cucakrowo sejak awal memang ditangkarkan di kandang yang bagian dalamnya bisa dilihat-lihat maka burung akan menyesuaikan. “Oleh karena itu, sebaiknya sejak awal memang sudah dikondisikan demikian. Kita tidak akan banyak menemui kendala burung macet produksi hanya karena ada suara gaduh disekitarnya atau hanya karena lihat-lihat atau kita pegang-pegang sarangnya.”

Penjodohan mudah
Gambar Terposting
Sepasang indukan murai batu di kandang penangkaran Om Gunawan
Jika selama ini banyak breeder burung cucakrowo mengaku kesulitan dalam proses penjodohan, tidak demikian halnya dengan Om Gun. “Nggak perlu lama bagi saya untuk bisa menentukan mana pasangan bisa beranak pinak atau tidak,” katanya.
Hanya saja memang, cara yang digunakan Om Gun relatif memakan biaya. Ya bagaimana tidak, karena cara penjodohan yang dilakukan memerlukan modal besar yakni mengumpulkan beberapa cucakrowo jantan dan betina yang dimasukkan ke kandang koloni.
Mula-mula, masing-masing burung diberi tanda dengan melingkarkan benang yang ditalikan di masing-masing burung. Warna benang dibuat berbeda-beda antara satu burung dengan burung lainnya. Setelah itu semuanya dimasukkan ke dalam kandang koloni.
Pada malam hari, Om Gun tinggal menyorot dengan lampu untuk melihat burung jantan dengan benang warna apa tidur berdekatan dengan betina yang diberi tanda warna apa. Jika sudah ada jantan dan betina yang selalu berdampingan selama satu sampai tiga malam, maka kedua burung itu diambil pada siang harinya dan dimasukkan ke kandang penangkaran.
“Tidak sampai sepekan biasanya burung sudah menyusun sarang dan si betina mulai bertelur, mengeram dan selanjutnya menghasilkan anakan,” kata Om Gun yang sudah menangkar burung cucakrowo sejak awal dekade 2000-an tetapi baru bisa merasakan hasil memuaskan baru pada beberapa tahun terakhir ini.
Dengan metode penjodohan demikian serta memberikan asupan gizi dan multivitamin khusus breeding yang bagus, Om Gun tidak pernah mengalami kendala dalam memasangkan atau menjodohkan burung cucakrowo.
Sediakan beberapa tempat sarang
Gambar TerpostingSementara itu untuk membuat burung cucakrowo lebih nyaman beranak-pinak, Om Gun membuat interior kandang yang terbilang “wah”. Selain nyaman untuk burung, nyaman juga untuk dilihat-lihat sebagai penyejuk mata. Sebab, di dalam kandang itu dibuatkan taman mini dengan beberapa tumbuhan, kolam yang di atasnya air terus mengalir dengan bantuan water-pump.
Di dalam kandang itu juga dia sediakan beberapa alternatif tempat burung bersarang. Di sana tersedia tempat sarang dari kotak kayu, ada sarang di cabang tanaman, ada pula sediaan tempat sarang yang menempel di dinding kandang.
“Burung cucakrowo ada yang suka berpindah-pindah sarang. Suatu ketika milih sarang di tanaman, kali lain di sarang yang menempel di dinding dan pada waktu lain pindah ke lain sarang lagi. Tidak menetap di satu tempat,” kata Om Gun.
Anakan mati
Meski sukses dalam penjodohan, pada awalnya Om Gun banyak menemui kendala dalam perawatan piyik cucakrowo.
“Saya berhasil membesarkan anakan cucakrowo sampai gede-gede dalam jumlah banyak ya belum lama. Dulu banyak yang mati karena kesalahan dalam pengaturan suhu inkubator, serta kurang memperhatikan asupan untuk burung piyikan. Tetapi saat ini ya sudah bisa dibilang tidak terlalu banyak kendala,” katanya mantab.

Prospek penangkaran cucakrowo
Selain menangkar burung cucakrowo, saat ini Om Gun juga menangkarkan burung murai batu dan burung lovebird. “Nggak tahu ya, saya kok merasa menangkar burung cucakrowo, murai batu dan lovebird itu mudah. Barangkali memang di situ hoki saya,” kata Om Gun yang bos sebuah perusahaan pengembang perumahan itu.
Namun diakuinya, dari usaha breeding cucakrowo dan lovebird dia mendapatkan banyak keuntungan. “Kalau untuk murai batu, yang saat ini ada tujuh kandang, tidak saya fokuskan sebagai profit center tetapi karena kebetulan saja saya suka murai batu. Justru karena suka itulah saya memilih benar hanya indukan-indukan berkualitas yang saya tangkar,” ujarnya.
Mengenai prospek penangkaran burung cucakrowo, Om Gun yakin masih terbuka lebar peluangnya dan akan bertahan lama. “Saya yakin, penangkaran cucakrowo tidak ada matinya. Harga piyikan relatif stabil dan meskipun jarang ada kelas cucakrowo di arena lomba burung, penghobi cucakrowo terus bertambah dan mereka bukan penghobi burung musiman yang mudah memindahkan pilihan jenis burung piaraan.”
Anda pengin belajar menangkar cucakrowo? Silakan saja berkenalan dengan Om Gun dan dapatkan tips-tipsnya langsung di rumahnya yang asri di Ungaran. Kalau Anda jenuh ngobrol, Anda bisa juga bersantai ria dengan bermain bilyard di lantai II rumahnya, atau bisa juga melihat-lihat cucakrowo yang sedang mengeram tanpa takut akan kehadiran orang di lantai III.
Manteb deh pokoknya…
Inilah serangkaian foto di penangkaran Om Gunawan.

Klik saja masing-masing untuk memperbesar gambar…
Gambar Terposting 

Anakan cucakrowo dan murai batu Om Gun
Gambar Terposting
Anakan cucakrowo dan murai batu Om Gun
  Gambar Terposting
Anakan cucakrowo dan murai batu Om Gun
Gambar Terposting
Anakan cucakrowo Om Gun
Gambar Terposting
Anakan cucakrowo dan murai batu Om Gun
 
Gambar Terposting
Indukan mengeram di kandang penangkaran burung Om Gun  
Gambar Terposting
Srang yang dicantelkan di pohon dalam kandang 
  Gambar Terposting
Sepasang cucakrowo siap masuk kandang penangkaran
  Gambar Terposting
Sepasang indukan cucakrowo di kandang penangkaran Om Gunawan


Gambar Terposting

TERNAK PERKUTUT

TERNAK PERKUTUT

Jenis-jenis perkutut
Perkutut merupakan burung yang sudah sejak lama dijadikan peliharaan di indonesia terutama di jawa. Perkutut yang memiliki nama ilmiah Geopelia striata ini memiliki tubuh yang berukuran kecil (panjangnya sekitar 20-25cm) dengan bulu berwarna abu-abu.

Perkutut terbagi atas 7 (tujuh) subspesies yang dibedakan atas daerah asal dan mempunyai variasi letak warna bulu yang berbeda dengan ukuran tubuh yang relatif sama, yaitu :




1. Geopelia striata (G.s) striata

Gambar Terposting
Perkutut belang asli yaitu perkutut lokal dan bangkok yang umum dipelihara. Berasal dari Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera. Perkutut jenis ini merupakan jenis yang paling umum dan paling banyak dipelihara di indonesia.

2. G.s. maungeus

Gambar Terposting
Perkutut jenis ini adalah perkutut belang yang sering disebut perkutut Sumba dan berasal dari Sumba, Sumbawa dan Pulau Timor. Sangat mmirip dengan Perkutut Jawa, bedanya tubuh bagian bawah berpalang (bergaris-garis melintang), kulit tanpa bulu disekitar mata berwarna kuning, dan penutup sayap bagian bawah berwarna kadru-tua. Burung remaja sangat mirip dengan burung remaja Perkutut Jawa.

3. G.s. audacis
Perkutut belang yang berasal dari kepulauan Kei dan Tanimbar.

4. G.s. papua
Merupakan perkutut belang yang berasal dari Papua (Irian Jaya dan Papua Nugini)

5. G.s. placida

Gambar Terposting
Jenis ini adalah perkutut belang yang berasal dari Papua dan Australia Utara.


6. G.s. tranquila
Gambar Terposting
Perkutut belang yang terdapat di Australia Tengah.


7. G.s. clelaudi
Gambar Terposting
Perkutut belang yang terdapat di Australia Barat.Perkutut merupakan burung yang sudah sejak lama dijadikan peliharaan di indonesia terutama di jawa. Perkutut yang memiliki nama ilmiah Geopelia striata ini memiliki tubuh yang berukuran kecil (panjangnya sekitar 20-25cm) dengan bulu berwarna abu-abu.

Perkutut terbagi atas 7 (tujuh) subspesies yang dibedakan atas daerah asal dan mempunyai variasi letak warna bulu yang berbeda dengan ukuran tubuh yang relatif sama, yaitu :



1. Geopelia striata (G.s) striata

Gambar Terposting
Perkutut belang asli yaitu perkutut lokal dan bangkok yang umum dipelihara. Berasal dari Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera. Perkutut jenis ini merupakan jenis yang paling umum dan paling banyak dipelihara di indonesia.

2. G.s. maungeus

Gambar Terposting
Perkutut jenis ini adalah perkutut belang yang sering disebut perkutut Sumba dan berasal dari Sumba, Sumbawa dan Pulau Timor. Sangat mmirip dengan Perkutut Jawa, bedanya tubuh bagian bawah berpalang (bergaris-garis melintang), kulit tanpa bulu disekitar mata berwarna kuning, dan penutup sayap bagian bawah berwarna kadru-tua. Burung remaja sangat mirip dengan burung remaja Perkutut Jawa.

3. G.s. audacis
Perkutut belang yang berasal dari kepulauan Kei dan Tanimbar.

4. G.s. papua
Merupakan perkutut belang yang berasal dari Papua (Irian Jaya dan Papua Nugini)

5. G.s. placida

Gambar Terposting
Jenis ini adalah perkutut belang yang berasal dari Papua dan Australia Utara.


6. G.s. tranquila
Gambar Terposting
Perkutut belang yang terdapat di Australia Tengah.


7. G.s. clelaudi
Gambar Terposting
Perkutut belang yang terdapat di Australia Barat.


Cara Membedakan Jenis Kelamin Perkutut :

Gambar Terposting
Bagi anda yang ingin beternak perkutut, tentunya anda harus dapat membedakan antara perkutut jantan dan betina. Membedakan jenis kelamin perkutut tidaklah mudah karena baik perkutut jantan dan betina memiliki ciri-ciri yang hampir sama.

Untuk mengetahui burung perkutut jantan atau betina tidak dapat ditentukan dari rajin tidaknya perkutut tersebut bunyi. Ini menyangkut stamina dan mood perkutut yang bersangkutan. Kualitas kicauan perkutut juga tidak dapat dilihat dari jenis kelaminnya, karena perkutut juara juga tidak sedikit yang berjenis kelamin betina.

Beberapa patokan yang sering digunakan untuk menentukan apakah perkutut jantan atau betina (meskipun akurasinya juga masih dipertanyakan) antara lain :

1. Melihat warna putih pada atas paruh perkutut. Perkutut jantan biasanya warna putihnya sampai ke pelipis, sedangkan yang betina tidak.

2. Kita juga dapat membedakan kelaminnya dengan meraba supit pada perkutut. Apabila salah satu supit terasa lunak kalau disentuh dibandingkan yang satunya maka perkutut tersebut diperkirakan betina.

3. Perkutut betina biasanya memiliki postur tubuh lebih kecil dari yang jantan. Ini memang sulit membedakannya tapi kalau masih sama-sama piyik seteluran, yang kecil biasanya betina.

4. Perkutut betina umumnya memiliki suara dengan volume kecil / kristal. Ini merupakan generalisasi tapi banyak juga ditemui adanya deviasi dari kenyataan yang ada. Perkutut juara juga tidak sedikit yang berjenis kelamin betina.

Tapi di kalangan peternak biasanya akan mengatakan sulit untuk mencarikan jodoh untuk perkutut juara yang bersuara kristal tembus karena betina yang bervolume besar yang cocok tidak mudah untuk diperoleh dan tentunya harganya mahal.

Calon Indukan Yang Baik

Syarat utama agar perkutut bisa diternak, mereka sudah jinak atau sudah lama dipelihara.pejantan dipilih dari burung yang suaranya bagus, sehat, rajin berbunyi dengan irama yang baik karena tujuan menernak perkutut ini adalah mendapatkan keturunan yang bunyi suaranya setaraatau mendekati kebagusan bunyi suara induk jantannya

Setelah bunyi suaranya diletahui mutunya, barulah ciri-ciri fisik burung diperhatikan.seberapa jauh hubungan ciri-ciri bentuk anggota badan dan dengan kemerduan bunyi dan volume suaranya ?

Induk betina bisa dibedakan dari pejantannya dengan meraba atau mengamati supitnya (tulang yang terletak di antara oaha dan dibawah anus) burung yang supitnya rapat, biasanya jantan.sedang yang longgar dan lemas biasanya betina. burung betina dahinya tidak berpupur,sedang yang jantan dahinya tedapat semacam bedak keputih-putihan.

Induk betina dipilih yang badannya sehat, jinak, dan sudah cukup umur. walau umur 6 bulan sudah bisa mulai dijodohkan,paling bagus kalau diternak pada umur sekitar 10 bulan.karena pada usia yang lebih tua, sifat keibuannya lebih menonjol, terutama ketika merawat anaknya.

Untuk mendapatkan keturunan yang baik, harus diketahui betul sifat-sifat kedua calon induk perkutut. jangan sembarangan menjodohkan dan bertindak untung-untungan karena car itu bisa mengecewakan, yaitu keturunan yang diperoleh menyimpang dari yang diharapkan.

Sepasang induk yang baik, kalau diternak dengan baik, selama satu tahun bisa diharapkan beranak 4 - 6 kali.

Perkutut tidak terlalu memilih tempat untuk bersarang dimana saja wadah sarang di taruh,ia akan mengatur sendiri sarangnya untuk bertelur. umumnya ia lebih cepat bersarang di tempat terbuka dibanding tempat tertutup. di daerah yang banyak hujan, menaruh sarang di tempat terbuka sering kurang menguntungkan adanya kotak sarang untuk menaruh wadah dan bahan sarang akan sangat menolong keselamatan induk dan anaknya dari pengaruh udara dingin dan kelembapanudara basah

Tempat sarang yang wadah sarangnya berupa keranjang, bangunan sarangnya seringkali berbentuk cekung. dalam sarang ini penetasan telur sering kali gagal, karena burung yang mengeram tidak merasa santai dan cepat lelah. akan tetapi kalau tempat sarang berupa wadah yang

kedalamannya dangkal atau datar, maka bentuk sarangnya pun datar.pada sarang datar ini induk perkutut bisa santai dan mengeram berjam-jam.

Menjodohkan Perkutut

Menjodohkan perkutut gampang-gampang susah. ada yang sekali kenal,langsung lulut (akrab) dan jodoh. ada yang harus berganti-ganti pasangan dulu berulangkali,baru saling cocok, bisa jodoh dan mau kawin.

Pasangan yang tidak cocok, biasanya saling mematuk. selama proses penjodohan ini. perhatian dan pengawasan dari pemilik/peternak sangat diperlukan. jangan sampai burung yang di jodohkan atau diperkenalkan itu berantem hebat, luka-luka, dan ada yang menjadi korban. karena burung jantan lebih agresif dari betina, sebaiknya diserit (di potong bulu sayapnya) agar gerakannya tidak selincah burung betina.dalam penjodohan ini kedua induk burung dicampur dalam satu kandang yang cukup lebar, agar burung betina leluasa menghidar kalau tidak menyukai jantannya.

Sepasang burung yang sudah jodoh, akan terlihat akrab danbermesraan. pada waktu tidur, mereka berdampingan. perkembangan lebih lanjut, mereka akan bercciuman dan kawin. cara kawinnya unik. tidak sekali naik, lalu kawin.tetapi berkali-kali naik dari sebelah kiri lalu turun ke sebelah kanan, dan sampai beberapa kali sambil pejantannya berbunyi "kuk kuk kuk wer". setelah nafsunya terangsang tinggi, baru perkawinan terjadi.setelah perkawinan terjadi,pasangan itu sibuk membuat sarang

Bagi pasangan yang tidak mengadakan reaksi dan kalau di campur selalu kejar-kejaran kalau sampai satu dua bulan tak mau cocok, pasangan itu memang bukan jodohnya.sebaiknya di pisah saja, ganti pasangan lain yang memenuhi selera.

Kandang perjodohan

Gambar Terposting
Kandang perjodohan untuk ternak perkutut tidak menuntut bentuk tertentu. yang penting praktis, mudah dipakai, sehat, keselamatan burung terjamin, aman, dan keadaannya cukup tenang.

untuk pasangan induk perkutut, kandangnya bisa dibuat dengan ukuran panjang 1,5 meter, lebar 60 - 75 cm dan tingginya 1,80 meter.lebih ideal ukuran panjang 2 meter, lebar 90 cm - 1 meter dan tinggi tetap 1,80 meter karena sesuai dengan lebar kawat 90 cm. manfaatnya agar burung lebih leluasa bergerak.

Kerangka kandang bisa dibuat dari aluminium, kayu atau besi,dindingnya dan atasnya dari kawat yang lubangnya berukuran 1/2 cm x 1/2 cm, atapnya dari asbes. atap kandang separuh terbuka,agar sinar matahari dapat masuk, lantai kandang berpasir atau berupa plester saja. sekeliling kandang terdapat selokan air, yang diberi ikan kecil-kecil. selokan ini berguna untuk mencegah hama (semut, tikus dll )yang biasa mengganggu ketenangan burung.

Arah kandang sebaiknya menghadap ketimur, agar sinar matahari pagi langsung masuk ke dalamnya.lantai kandang dilapisi pasir, yang berguna untuk mempercepat pengeringan kotoran dan menyerap air.kawat kandang di cat warna gelap agar kita bisa mengontrol burungnya dengan jelas dan tidak silau oleh pantulan sinar matahari. ruangan kandang yang baik adalah bersih, bebas dari angin keras yang langsung masuk , suhu antara 25 - 30 derajad celcius , kelembapan 60 - 70 %.

Kandang terletak di tempat yang mudah diawasi, tetapi lingkungan sekitarnya tidak sepi dari lalu lintas manusia. kalau kandang terletak terpencil, burung bisa kurang pergaulan dan takut melihat manusia.

Dalam kandang ini sediakan juga kayu tenggeran (tempat hinggap) 2 - 3 buah, satu melintang di depan wadah sarang, lainnya ditempat lain.jarak dinding sangkar dengan tenggeran sekitar 20 cm. sehingga kalau burung hinggap di atasnya dan membelakangi dinding sangkar, bulu ekornya tidak rusak bersentuhan dengan dinding kawatnya.
Membangun Sarang Perkutut

Gambar Terposting

Yang bertugas membangun sarang adalah betinanya,sedang jantannya membantu mengumpulkan bahan-bahan sarang. dalam masa jodoh ini (kawin, membuat sarang,bertelur, mengeram, merawat, dan menyapih anak )antara burung jantan dan betina saling kerja sama dalam melaksanakan tugasnya. kerja sama ini dimulai sejak membuat sarang telur.

Setelah 7-10 hari perkawinan berlangsung induk betina bertelur. telurnya kecil sebesar biji kelereng.jarak telur pertama dan kedua hanya berbeda satu hari saja.

Burung yang sudah bertelur harus dijaga ketenangannya jangan sampai ada orang yang mengganggu dan mengejutkannya.kalau terganggu, mereka tidak mau mengerami telurnya pengeraman telur berlangsung selama 14 - 16 hari , yang dilakukan secara bergantian. burung jantan mengeram siang hari, betinanya malam hari .

Bersamaan dengan sifat mengeram itu, produksi hormon prolaktin pada induknya mengalami peningkatan, karena pengaruh hormon progesteron tandanya terjadi perubahan sel-sel epithel di kantung tembolok, berupa penimbunan bahan mirip lemak yang disebut "susu tembolok" setelah anak menetas, susu ini disuapkan pada anaknya. produksi susu ini akan berhenti setelah anak berumur 10 hari.

Pemeliharaan Piyek

Piyik-piyik setelah berumur 1-1.5 bulan sebaiknya sudah mulai dipisahkan dari Induknya baik Perkutut maupun Puter/Diamond Dove, sebab mereka sudah bisa mulai makan sendiri dan biasanya Indukannya juga sudah enggan meloloh dan sudah mulai melakukan perkawinan lagi.
Piyik-piyik tersebut ditempatkan didalam sangkar kayu ukuran 50(L) x 70(L) x 50(T) cm sebanyak 8-10 ekor bersama-sama, kalau perlu diberikan lampu untuk pemanas terutama pada malam hari atau udara dingin pada musim penghujan.
Sebaiknya tiap-tiap piyik diberikan vitamin tambahan antara lain berupa ; B-komplek, minyak ikan, kalsium dan obat cacing sebelum dimasukkan ke sangkar kayu tersebut.
Usahakan minimum setiap hari setidaknya dua hari sekali dijemur dari jam 08.00 sampai jam.11.00, agar mendapat sinar matahari pagi dan ultra violet yang cukup untuk kesehatan tubuhnya. Dan pada minumannya diberikan Vitamin tambahan dua kali seminggu untuk menambah daya tahan tubuhnya.
Menginjak umur 3(tiga) bulan, bila dikehendaki piyik-piyik tersebut sudah dapat dipisahkan dan masing-masing dimasukkan ke sangkar soliter agar dapat lebih mudah untuk memantau suaranya dan menentukan kualitas suaranya tersebut.
Selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan penilaian apakah Indukan kandang tertentu sudah benar atau kurang benar, sehingga perlu dilakukan perombakan pasangan Indukannya dalam usahanya untuk selalu meningkatkan mutu kualitas suara.


Selamat mencoba dan mudah-mudah berhasil.



BETERNAK WALET

BETERNAK WALET

Perbedaan Walet dan Sriri

SRITI DAN WALET

Gambar Terposting

Sriti adalah sebangsa burung layang-layang yang masih saudara dekat dengan Walet. Secara anatomi burung Sriti mirip dengan Walet, bahkan karena kemiripan inilah banyak pengusaha Walet seringkali memaksa Sriti untuk bertukar telur dengan Walet, hal ini terjadi jika di peternakan populasi Walet masih lebih sedikit dibanding populasi Sriti. Telur yang ditukar sebaiknya memiliki umur sama agar sriti tidak merasa dibohongi. Di rumah sriti yang belum banyak walet, keberhasilan penetasan 10%. Artinya dari 100 telur menetas, yang hidup sampai dewasa 10 ekor. Namun, begitu populasi walet mencapai 100 sarang, sukses penetasan mencapai 30%. Pergantian telur harus sesering mungkin karena populasi terlalu sedikit menyebabkan walet merasa tidak aman di tengah-tengah koloni sriti. Ruangan sebaiknya dibuat lebih gelap agar anak walet betah dan Sriti yang suka terang pindah ke tempat lain.

Sarang Sriti (Collocalia Esculenta) dibangun dari material seperti daun cemara, rumput, dan lumut laut yang direkatkan oleh air liur burung. Sedangkan sarang Walet (Collocalia Fuciphaga) murni terbuat dari liur walet. Harga sarang Sriti lebih murah, berkisar Rp500.000/kg; sarang Walet Rp 10-juta/kg tergantung kualitas.

Saat ini Sriti memang belum termasuk burung yang dilindungi, tetapi kalau melihat perubahan alam desa yang kurang bersahabat dengan kelangsungan hidup satwa ini tentu nantinya kita hanya akan melihat Sriti di sentra-sentra peternakan Walet. Itupun mungkin hanya di awal ketika peternakan itu baru akan mulai, tentu saja jika populasi Walet telah melimpah pasti Sriti akan terusir karena sudah tidak ekonomis lagi.

Dahulu sekitar tahun 80an di atas langit desa Ngaran Margokaton yang masuk wilayah Kabupaten Sleman DIY masih banyak terlihat Sriti berterbangan mencari mangsa atau pada sore hari ketika burung-burung ini terbang pulang ke sarangnya. Laron dan Capung biasanya menjadi santapan utama bagi Sriti ini selain serangga yang melimpah di areal persawahan yang terdapat di sekliling desa tersebut.

Populasi yang menurun ini kelihatannya di pengaruhi oleh factor lingkungan yang sudah tidak bersahabat lagi, walaupun Sriti tidak hinggap di pepohonan, tetapi akibat banyaknya pepohonan yang di tebang mengakibatkan sumber makanan Sriti juga berkurang sehingga memaksa Sriti untuk eksodus ke tempat-tempat yang masih banyak sumber makanannya. Di samping itu model rumah-rumah di pedesaan juga sudah mengalami perubahan, rumah-rumah tradisional jawa yang nyaman untuk tempat tinggal Sriti sudah jarang kelihatan lagi, hal ini membuat Sriti tidak kerasan lagi untuk tinggal di daerah seperti ini.

Walet
Gambar TerpostingGambar Terposting


Gambar Terposting
Gambar sarang walet

Berbeda dengan Sriti yang kalah pamor dengan Walet. Burung walet yang menghasilkan sarang yang kita makan terkenal dengan nama ilmiah collocalia masuk dalam keluarga apodidae, yang mana tidak sama dengan “burung walet biasa” atau pun burung sriti. Walet hidup dalam kelompok dan biasanya tinggal di daerah tepi laut serta memakan serangga. Dari rupanya walet berbeda dengan apa yang dikenal dengan “burung walet rumah” atau yang umumnya dikenal dengan nama sriti. Rata-rata panjang tubuh Walet adalah 9 cm atau separuh burung sriti. Walet memiliki ekor yang lebih pendek dan mengkotak sementara Sriti memiliki ekor yang lebih panjang dan runcing. Umur rata-rata walet adalah 15-18 thn. Usia mempengaruhi kualitas sarang, pada umumnya semakin tua walet semakin butuh waktu lama memasaknya.

Superorder : Apomorphae
Order : Apodiformes
Family : Apodidae
Sub Family : Apodenae
Tribes : Collacaliini
Genus : Collacalia
Species :Collacalia fuciphaga

Beberapa jenis walet menggunakan ekolokasi dalam menentukan posisinya di dalam gua yang gelap. Tidak seperti kelelawar, walet membuat suara klik dalam jangkauan pendengaran manusia. Bunyi klik itu terdiri dari 2 pulsa broadband(3-10khz) yang dipisahkan oleh jeda sesaat(1-3milidetik). Periode pulsa suara(IPP) bervariasi tergantung dari level cahaya. Pada kondisi yang lebih gelap burung itu mengeluarkan IPP yang lebih pendek juga suara akan lebih keras ketika mendekati sasaran dan IPP akan lebih panjang ketika burung akan keluar dari gua. Kebiasaan ini sama dengan kelelawar ketika mendekati sasaran. Burung itu juga mengeluarkan sebuah seri dari bunyi klik yang rendah yang diikuti oleh sebuah panggilan ketika mendekati sarang, diasumsikan untuk memperingati burung lain supaya jangan menghalangi jalannya. Para ahli berpikir bahwa bunyi dobel klik itu digunakan untuk membedakan burung satu dengan yang lain.

Burung walet adalah insektivora. Biasanya mereka meninggalkan gua pada waktu pagi dan kembali pada waktu sore. Bentuk jantan dan betina kelihatan mirip. Walet menganut monogami, dan jantan dan betina sama-sama bertanggung jawab atas sarangnya. Pejantan akan menunjukkan pertunjukkan udara untuk menarik si betina dan perkawinan terjadi disarang. Musim kawin biasanya pada musim hujan bersamaan dengan saatnya jumlah serangga meningkat. Walet menelurkan 1 atau 2 butir, berwarna putih pucat dan dikeluarkan pada hari yang berbeda. Kebanyakan walet hidup berkoloni, bersarang ditempat yang tinggi dan gelap.

Secara umum beberapa jenis ”Walet umum” bermigrasi namun Walet yang menghasilkan sarang dari ludah tinggal didaerah indo pasifik yang tropis dan tidak bermigrasi.
Walet menarik orang karena harga sarangnya yang sangat mahal, sarang burung walet tidak terbuat dari ranting, jerami atau bulu seperti sarang burung lainnya melainkan berasal dari ludahnya. Seandainya ludah kita selaku ludah Walet tentu tidak akan repot ya?, beli sup yang mahal.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
  • Penyiapan Sarana dan Peralatan
1)   Suhu, Kelembaban dan Penerangan
Gedung untuk kandang walet harus memiliki suhu, kelembaban dan penerangan yang mirip dengan gua-gua alami. Suhu gua alami berkisar antara 24-26 derajat C Dan kelembaban ± 80-95 %.
Gambar Terposting
Pengaturan kondisi suhu dan kelembaban dilakukan dengan:
  • Melapisi plafon dengan sekam setebal 20 cm
  • Membuat saluran-saluran air atau kolam dalam gedung.
  • Menggunakan ventilasi dari pipa bentuk “L” yang berjaraknya 5m satu lubang, berdiameter 4 cm.
  • Menutup rapat pintu, jendela dan lubang yang tidak terpakai.
  • Pada lubang keluar masuk diberi penangkal sinar yang berbentuk corong dari goni atau kain berwarna hitam sehingga keadaan dalam gedung akan lebih gelap. Suasana gelap lebih disenangi walet.
2)   Bentuk dan Konstruksi Gedung
Umumnya, rumah walet seperti bangunan gedung besar, luasnya bervariasi dari 10×15 m2 sampai 10×20 m2. Makin tinggi wuwungan (bubungan) dan semakin besar jarak antara wuwungan dan plafon, makin baik rumah walet dan lebih disukai burung walet. Rumah tidak boleh tertutup oleh pepohonan tinggi.
Tembok gedung dibuat dari dinding berplester sedangkan bagian luar dari campuran semen. Bagian dalam tembok sebaiknya dibuat dari campuran pasir, kapur dan semen dengan perbandingan 3:2:1 yang sangat
baik untuk mengendalikan suhu dan kelembaban udara. Untuk mengurangi bau
semen dapat disirami air setiap hari.
Kerangka atap dan sekat tempat melekatnya sarang-sarang dibuat dari kayu-kayu yang kuat, tua dan tahan lama, awet, tidak mudah dimakan rengat. Atapnya terbuat dari genting. Gedung walet perlu dilengkapi dengan roving room sebagai tempat berputar-putar dan resting room sebagai tempat Untuk beristirahat dan bersarang. Lubang tempat keluar masuk burung berukuran 20×20 atau 20×35 cm2 dibuat di bagian atas. Jumlah lubang tergantung pada kebutuhan dan kondisi gedung. Letaknya lubang jangan menghadap ke timur dan dinding lubang dicat hitam.
  • Pembibitan
    Umumnya para peternak burung walet melakukan dengan tidak sengaja.
    Banyaknya burung walet yang mengitari bangunan rumah dimanfaatkan
    oleh para peternak tersebut. Untuk memancing burung agar lebih banyak lagi, pemilik rumah menyiapkan tape recorder yang berisi rekaman suara burung Walet. Ada juga yang melakukan penumpukan jerami yang menghasilkan serangga-serangga kecil sebagai bahan makanan burung walet.
1)   Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Sebagai induk walet dipilih burung sriti yang diusahakan agar mau bersarang di dalam gedung baru. Cara untuk memancing burung sriti agar masuk dalam gedung baru tersebut dengan menggunakan kaset rekaman dari wuara walet atau sriti. Pemutaran ini dilakukan pada jam 16.00­18.00, yaitu
waktu burung kembali mencari makan.
2)   Perawatan Bibit dan Calon Induk
Di dalam usaha budidaya walet, perlu disiapkan telur walet untuk
ditetaskan pada sarang burung sriti. Telur dapat diperoleh dari pemilik gedung walet yang sedang melakukan “panen cara buang telur”.
Panen dilaksanakan setelah burung walet membuat sarang dan bertelur dua butir. Telur walet diambil dan dibuang kemudian sarangnya diambil. Telur yang dibuang dalam panen ini dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak populasi burung walet dengan menetaskannya di dalam sarang sriti.
  • Memilih Telur Walet
Telur yang dipanen terdiri dari 3 macam warna, yaitu :

Merah muda, telur yang baru keluar dari kloaka induk berumur
0­5 hari.
Putih kemerahan, berumur 6­10 hari.
Putih pekat kehitaman, mendekati waktu menetas berumur 10­15 hari.
Telur walet berbentuk bulat panjang, ukuran 2,014×1,353 cm dengan berat 1,97 gram. Ciri telur yang baik harus kelihatan segar dan tidak boleh menginap kecuali dalam mesin tetas. Telur tetas yang baik mempunyai kantung udara yang relatif kecil. Stabil dan tidak bergeser dari tempatnya. Letak kuning telur harus ada ditengah dan tidak bergerak-gerak, tidak
ditemukan bintik darah. Penentuan kualitas telur di atas dilakukan dengan peneropongan.
  • Membawa Telur Walet
Telur yang didapat dari tempat yang jaraknya dekat dapat berupa
telur yang masih muda atau setengah tua. Sedangkan telur dari jarak jauh, sebaiknya berupa telur yang sudah mendekati menetas.
Telur disusun dalam spon yang berlubang dengan diameter 1 cm. Spon
dimasukkan ke dalam keranjang plastik berlubang kemudian ditutup.
Guncangan kendaraan dan AC yang terlalu dingin dapat mengakibatkan telur mati. Telur muda memiliki angka kematian hampir 80% sedangkan telur tua lebih rendah.
3)   Penetasan Telur Walet
  • Cara menetaskan telur walet pada sarang sriti.
Pada saat musim bertelur burung sriti tiba, telur sriti diganti
dengan telur walet. Pengambilan telur harus dengan sendok plastik atau kertas tisue untuk menghindari kerusakan dan pencemaran telur yang dapat menyebabkan burung sriti tidak mau mengeraminya. Penggantian telur dilakukan pada siang hari saat burung sriti keluar gedung mencari makan.
Selanjutnya telur-telur walet tersebut akan dierami oleh burung
sriti dan setelah menetas akan diasuh sampai burung walet dapat terbang serta mencari makan.
  • Menetaskan telur walet pada mesin penetas
Suhu mesin penetas sekitar 400 C dengan kelembaban 70%. Untuk
memperoleh kelembaban tersebut dilakukan dengan menempatkan
piring atau cawan berisi air di bagian bawah rak telur. Diusahakan
agar air didalam cawan tersebut tidak habis.
Telur-telur dimasukan ke dalam rak telur secara merata atau
mendata dan jangan tumpang tindih. Dua kali sehari posisi telur-telur dibalik dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan embrio. Di hari ketiga dilakukan peneropongan telur. Telur-telur yang kosong dan yang embrionya mati dibuang. Embrio mati tandanya dapat terlihat pada bagian tengah telur terdapat lingkaran darah yang gelap. Sedangkan telur yang embrionya hidup akan terlihat seperti sarang laba-laba. Pembalikan telur dilakukan sampai hari ke-12.
Selama penetasan mesin tidak boleh dibuka kecuali untuk
keperluan pembalikan atau mengisi cawan pengatur kelembaban. Setelah 13­15 hari telur akan menetas.
  • Pemeliharaan
1)   Perawatan Ternak
Anak burung walet yang baru menetas tidak berbulu dan sangat
lemah. Anak walet yang belum mampu makan sendir perlu disuapi dengan telur semut (kroto segar) tiga kali sehari. Selama 2­3 hari anak walet ini masih
memerlukan pemanasan yang stabil dan intensif sehingga tidak
perlu dikeluarkan dari mesin tetas. Setelah itu, temperatur boleh
diturunkan 1­2 derajat/hari dengan cara membuka lubang udara mesin.
Setelah berumur ± 10 hari saat bulu-bulu sudah tumbuh anak
walet dipindahkan ke dalam kotak khusus. Kotak ini dilengkapi dengan
alat pemanas yang diletakan ditengah atau pojok kotak.
Setelah berumur 43 hari, anak-anak walet yang sudah siap terbang
dibawa ke gedung pada malam hari, kemudian dletakan dalam rak untuk
pelepasan. Tinggi rak minimal 2 m dari lantai. Dengan ketinggian ini, anak
waket akan dapat terbang pada keesokan harinya dan mengikuti cara terbang
walet dewasa.
2)   Sumber Pakan
Burung walet merupakan burung liar yang mencari makan sendiri.
Makanannya adalah serangga-serangga kecil yang ada di daerah
pesawahan, tanah terbuka, hutan dan pantai/perairan. Untuk mendapatkan sarang walet yang memuaskan, pengelola rumah walet harus menyediakan.
makanan tambahan terutama untuk musim kemarau. Beberapa cara untuk
mengasilkan serangga adalah:
  • menanam tanaman dengan tumpang sari.
  • budidaya serangga yaitu kutu gaplek dan nyamuk.
  • membuat kolam dipekarangan rumah walet.
  • menumpuk buah-buah busuk di pekarangan rumah.
3)   Pemeliharaan Kandang
Apabila gedung sudah lama dihuni oleh walet, kotoran yang menumpuk
di lantai harus dibersihkan. Kotoran ini tidak dibuang tetapi dimasukan dalam
karung dan disimpan di gedung.

BETERNAK CUCAK IJO

BETERNAK CUCAK IJO

Mengenali cucak ijo asli
by: green-franchise.net

Gambar Terposting

Belum lama ini seorang teman mengeluh karena ternyata telah membeli cucak ijo semiran. Cucak ijo semiran adalah cucak ijo betina yang disemir hitam pada bagian bulu bawah paruh/kerongkongan sehingga terlihat seperti jantan.


Dia tidak menyangka kena tipu karena ketika dia lihat di pasar, burung tersebut sangat gacor dan bunyinya juga variatif seperti cucak ijo (cucak hijau) jantan. Hanya saja setelah 3 hari di rumah dan beberapa kali mandi, ada warna hitam yang mulai luntur. Ketahuanlah ternyata itu adalah cucak ijo betina yang disemir hitam.
Selain cucak ijo, burung lain yang sering disemir untuk mengelabui pembeli adalah kacer (baik kacer kitam maupun kacer poci). Penyemiran memang membuat penghobi yang terlalu bernafsu membeli burung akan tertipu.
Namun sebenarnya ada cara paling mudah untuk membedakan apakah burung itu semiran atau tidak. Burung semiran, serapi apapun penyemirannya, akan terlihat hitam legam tetapi tidak berkilau (warna dof). Selain itu, kalau Anda membeli burung yang ada kemungkinan semiran, minta ijin saja untuk dicek sexara cermat.
Ya sama dengan tadi, serapi apapun penyemiran dilakukan, maka pasti ada bagian kulit di bawah bulu hitam semiran yang tersaput warna hitam semir. Jika bulu hitam burung itu adalah aseli, maka tidak akan pernah ada percikan warna hitam di bagian kulit di bawahnya. Perhatikan pula, serapi apapun penyemiran, juga pasti ada bagian pangkal bulu yang masih berwarna aseli (ijo untuk cucak hijau betina dan abu-abu untuk kacer betina).


Cucak ijo anakan

Di luar masalah semiran, ada masalah lain yang sering ditemui para penghobi burung, yakni membedakan cucak ijo anakan yang jantan dan betina.
Sebab, saat cucak hijau masih muda/trotolan sekitar umur 2-4 bulan, selain bentuk fisiknya nyaris sama, bulunya pun warnanya sama hijau muda. Serta ada warna kuning, di bawah paruh sampai leher. Dan sepertinya, tidak ada ciri khusus yang membedakan antara yang jantan dan betina.
Namun bagi mereka yang sudah bertahun-tahun menekuni cucak hijau akan sangat mudah melihat perbedaannya baik masih bakalan apalagi saat dewasa. Ada beberapa cara jitu untuk melihat perbedaan jantan dan betina. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat membeli bakalan cucak hijau dipasar burung maupun di pengepul.
Pertama, bakalan jantan, jika masih berumur di bawah 4 bulan maka alis yang melingkar di kedua di matanya berwarna kuning. Jika alis matanya berwarna putih, betina.
Gambar Terposting
Kedua, warna paruh bagian bawah, kalau jantan berwarna coklat tua. Sedangkan yang betina berwarna putih.

Gambar Terposting

Beda cucak ijo anakan jantan dan betina dilihat dari bagian luar kerongkongan (Foto: Jo_Qplie/kicaumania.org)
Ketiga, jika bakalan sudah berumur di atas 4-6 bulan, maka betina akan berwarna kuning di bagian leher, kemudian akan berubah menjadi warna putih kehijauan. Sedangkan jantan, warna kuningnya akan dipenuhi trotol-trotol hitam. Pada dua bulan berikutnya, warna hitam itu akan tampak lebih jelas pada bagian leher/bawah paruh. Seiring dengan bertambnya umur, warnua hitam di leher bawah, akan terus menutup sampai di bawah matanya.










Cara Berternak cucak hijau (ijo) tidak lepas dari  cara Membedakan cucak ijo jantan dan betina dan memahami karakteristik burung birahi agar tepat saat melakukan perjodohan. Perlu dipahami juga habitat dari cucak ijo agar lebih mudah dalam berternak. banyak hal yang mesti dipahami sebelum memutuskan untuk membuat peternakan cucak ijo. Banyak penghobi burung yang mencoba untuk berternak namun selalu gagal karena tidak memahami apa yang di inginkan burung untuk mensukseskan proses perkawinan hingga penetasan. Untuk maksud tersebut sehingga pada kesempatan kali ini Infoting akan mencoba sharing Cara Ber Ternak Burung Cucak Hijau.

Burung cucak hijau merupakan burung pepohonan yang suka bertengger di pohon pohon besar dan juga semak semak untuk mencari makanan. Suka bersangkar di semak belukar dan juga pepohonan yang rindang. Makanan kesukaannya adalah buah buahan seperti Pisang, Pepaya, Apel, buah Per dan sejenis serangga seperti Belalang, Jangkrik, Ulat, Orong Orong, cacing dan telor semut (angkrang) alias Kroto.

Setelah memahami habitat atau tempat tinggal cucak hijau, selanjutnya adalah membedakan cucak hijau jantan dan Betina. ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
Sedangkan yang betina lebih terlihat kalem dan tidak bertopeng.

Cara Menjodohkan cucak hijau berbeda dengan Cara berTernak Kenari, salah satunya adalah burung harus berjodoh, berikut ini adalah cara menjodohkan burung Cucak Hijau:
Hari pertama diberi EF yang lebih dari biasanya, misalnya : jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengan tujuan agar keduanya terpacu birahinya.
Hari kedua, jatah jantan tetap dan jatah betina dikurangi, misal 10 : 5, hal ini ditujukan untuk tetap menjaga birahinya
Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan. Tujuannya pada saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, dan pada saat yang bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan, sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.

Proses ini bisa dilanjutkan untuk beberapa hari ke depan. Lamanya tergantung burung itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulan belum jodoh.
Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampai jantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.

Untuk mengetahui apakah mereka bisa akur atau tidak, sesekali mereka dicampur terutama di saat dimandikan di karamba. Kalau mereka tidak tengkar, maka bisa dicoba dijadikan satu. Kalau masih ada tanda-tanda bertengkar, maka perlu dipisah lagi. Lakukan hal itu sampai burung benar-benar mau dikumpulkan jadi satu tanpa saling serang.

Setelah siap untuk dijodohkan dan tidak bertengkar lagi maka selanjutnya tinggal anda campurkan saja untuk proses perjodohannya.

Kandang tempat penangkaran
Pokok bahasan ini adalah hal yang sangat penting karena ini soal habitat dan kebiasaan tinggal burung. Kandang tempat penangkaran berbeda dengan sangkar perawatan. bila burung kenari bisa diternak dengan sangkar kecil sama dengan sangkar perawatan, namun burung cucak hijau membutuhkan sangkar yang lebih besar ukurannya.
Berdasarkan pantauan kami dilapangan mereka yang sukses berternak cucak hijau memiliki kandang dengan ukuran tinggi 2,5 meter dan lebarnya 3 meter dimana didalam kandang itu ditanami pohon pohonan untuk bertengger, jenis pohon dalam pot bisa pohon belimbing, mangga, sawo yaitu jenis pohon yang rindang.
Gambar Terposting

Gambar Terposting

Gambar Terposting

Sediakan tempat bertengger, Tempat menaruh sangkar yang terbuat dari bambu dan juga bahan sangkar dari sejenis serabut.

Selalu dipantau makanan yang tersedia baik buah buahan maupun ekstra food, karena makanan adalah hal yang sangat penting dalam kesuksesan ber ternak cucak hijau.

Itu dulu tips dari kami Cara Berternak Cucak hijau, setelah menyiapkan Kandang, mengetahui cucak hijau jantan dan betina, cara menjodohkan cucak hijau maka selanjutnya tinggal anda pantau perkembangan cucak hijau anda. Apakah mau kawin, mau membuat sangkar, mau bertelur, mau mengeram dan mampu menetaskan telur, setelah menetas biarkan beberapa hari di suapin oleh indukannya. Yang paling penting adalah harus terus tersedia makanan dengan cukup.


PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Hijau.
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU

Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN CUCAK HIJAU

Perawatan harian untuk burung Cucak Hijau relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Hijau:
Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

PENTING


Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.

PENANGANAN APABILA KONDISINYA OVER BIRAHI
Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut
Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja

PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP
Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
Mandi dibuat 2 hari sekali saja
Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Hijau lain dahulu
Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari

PERAWATAN DAN STELAN UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Hijau:
H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.

PENTING
Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.

PERAWATAN DAN STELAN PASCA LOMBA

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Cucak Hijau:
Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

PERAWATAN DAN STELAN PADA MASA MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:
Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master

Tips

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature.

Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.
2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral.
Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.

BETERNAK PUNGLOR ATAU ANIS MERAH

BETERNAK PUNGLOR ATAU ANIS MERAH
by: polengs
Gambar Terposting


Perawatan anis merah bakalan Saat ini banyak problem yang dialami para kicaumania berkaitan dengan perawatan anakan anis merah atau anis merah bakalan. Banyak sudah tips diberikan, namun ini ada tanya jawab di Agrobis Burung yang kiranya bisa menjadi salah satu referensi untuk Anda. Pertanyaan disampaikan Maulana Azhar dari Jombang.


“Saya memelihara 2 ekor bakalan anis merah, yang menurut penjualnya burung tersebut berjenus kelamin jantan. Burung saya pelihara dengan voor dengan stelan jangkrik 3 ekor di pagi hari dan 3 ekor di sore hari.

Hingga kini (sekitar 7 bulan) kedua burung tersebut hanya ngriwik saja, bahkan salah satunya kalau saya dekati sering ngeper-ngeper.

Menurut teman saya, burung yang ngeper tersebut berjenis kelamin betina, sehingga tidak akan dapat berkicau atau bergoyang.
Bagaimanakah perawatan burung anis merah yang benar sejak bakalan agar burung tersebut dapat cepat berkicau dan bergoyang. Apalah artinya punya burung anis merah yang tidak bisa bergoyang.”
Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah bahwa Budidaya burung anis merah bersifat monomorphisme, sehingga penampilan fisik antara jantan dan betina tidak ada bedanya, meskipun sebenarnya susunan sistem reproduksi yang ada di dalam rongga perutnya berbeda antara jantan dan betina.

Anis merah jantan memiliki testis sebagai organ penghasll spermatozoa dan anis merah betina memiliki ovarium organ penghasil sel telur.

Anis merah yang berjenis kelamin jantan dan betina sama-sama memiliki kemampuan untuk berkicau dan bergaya teler, karena perilaku tersebut merupakan tanda bahwa burung tersebut sudah mencapai umur akil balik yang sedang menunjukkan gejala birahi.
Umur akil balik anis merah antara 5 sampai 7 bulan sehingga pada umur tersebut, burung yang dirawat dengan baik akan menunjukkkan gejala birahi berupa rajin berkicau dan teler bergoyang.
Jika anis merah Anda sekarang berumur sekitar 9 bulan dan belum menunjukkan gejala akil balik atau birahi berupa berkicau atau teler dapat disebabkan karena sistem organ reproduksi burung tersebut tidak berkembang dengan sempurna.
Pakan yang Anda berikan masih di bawah kebutuhan dasar yang diperlukan oleh burung setiap harinya sehingga burung mengalami defesiensi protein dalam waktu yang lama. Kekurangan protein sejak bakalan dapat menjadi penyebab utama tidak munculnya gejala birahi pada anis merah sehingga macet berkicau atau macet teler.
Agar anis merah dapat berkicau dan teler pada waktunya perlu mendapat perawatan yang maksimal agar semua sistem reproduksinya dapat berkembang dan berfungsi secara normal. Pakan berupa jangkrik, kroto, ulat hongkong serta cacing sebagai sumber protein harus diberikan secara bergantian dan dalam jumlah yang banyak. Tiap hari Senin dan Selasa dapat diberi suplemen yang dapat dioleskan pada serangga atau diteteskan di air minumnya.
Suplemen tersebut mengandung asam amino esensial sebagai zat pembentuk protein yang sangat diperlukan untuk perkembangan sistem reproduksi burung.
Pada hari Rabu dan Kamis perlu diberi suplemen yang dapat merangsang perkembangan dan elastisitas pita suara sehingga burung menjadi rajin berkicau dengan kualitas suara yang jernih, bening dan mengkristal. Buah-buahan berupa papaya, pisang atau apel dapat diberikan secara bergantian sebagai sumber serat dan vitamin segar bagi burung.
Agar anis merah Anda dapat berkicau dan teler tiap hari, sebelum tidur/pada sore hari diberi 3 tetes formula metabolisme langsung ke mulut. Formula tersebut diberikan hingga anis merah Anda dapat teler. Di samping itu, burung Anda perlu mendapat perawatan secara maksimal seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Demikian jawaban atas pertanyaan mengenai perawatan anis merah bakalan. Jawaban itu sebenarnya merupakan “jawaban standard”. Sebab, ya memang demikian seharusnya perawatan burung bakalan. Kalaua di alam, burung bisa diberikan makanan apa saja yang menurut indukannya adalah baik untuk anakannya. Kalau burung di sangkar, ya tentunya Anda yang bertanggung jawab memberikan pakan terbaik untuk si

burung.
Sekali lagi, inilah perlunya penekanan makanan tambahan untuk burung di sangkar selaian voer, buah dan serangga. Pastikan burung Anda benar-benar sehat sehingga organ tubuhnya bisa berkembang secara maksimal.
Sekadar contoh, untuk vitamin yang bisa diberikan sepekan dua kali misalnya, Anda bisa menggunakan BirdVit. Sedangkan untuk mempercepat proses pematangan organ reproduksi burung sehingga masa akil balik tidak terlambat datang, Anda bisa memberikan BirdSlim.
Sebab, selain merupakan suplemen asam amino lengkap, BirdSlim juga bisa mengurangi kegemukan pada burung karena over dalam mengonsumsi karbohidrat, sementara dia kekurangan protein.
Untuk burung-burung muda, Anda juga harus memastikan tidak terserang parasit, terutama kutu dan berbagai jenis cacing. Parasit bisa mengganggu proses tumbuh kembang burung bakalan karena menyerobot sari makanan dan darah yang ada pada burung. Selain itu, parasit membuat burung tidak pernah tenang, bahkan sekadar untuk belajar bunyi.


Anis merah memang dikenal sebagai burung yang sensitif terhadap iingkungan baru. Terlebih lagi perubahan suhu alam yang mencolok, bakal cepat membuat burung stres. Burung yang dibesarkan di desa yang dingin misalnya, jika dibawa ke kota yang bersuhu panas dipastikan akan mengalami shock.
Begitu juga perubahan menu pakan atau suasana yang berbeda dari tempat pertama akan juga memicu guncangan mental. Kasus seperti ini juga bisa menimpa anis merah asal Bali. “Namun stress mental akibat perubahan suasana sesungguhnya bisa dicegah,” terang Mr Baim dari Jalak Bali Team.
Antara anis bakalan dari desa dan anis yang sudah biasa mengenyam lapangan diperlakukan hampir sama jika berpindah lokasi agar tidak shock. Biasanya anis yang berpindah tangan mesti dibiarkan menggunakan sangkar asli dan dibawa dalam kondisi dikerodong. Di rumah yang baru, anis tersebut diusahakan digantung mirip dengan suasana di rumah pertama. Misalnya terbiasa di dalam kamar sendirian atau di luar rumah dengan burung lain.
Jika burung sudah tampak nyaman dan gacor, sangkar sudah bisa diganti.
Pengalaman merawat Raja Langit yang juga sering diinapkan di beberapa lokasi di Jawa dan tetap bisa tampil di lapangan membuktikan bahwa memahami karakter anis merah sehingga kontinuitas kenyamanan dan kondisi tubuhnya tetap terjaga menjadi kunci mempertahankan perfoma.
Hal yang sama juga dilontarkan Santo Utoyo, pemain anis merah yang sudah banyak mengorbitkan jawara-jawara nasional seperti Raja Petir. Anis merah bakalan jika berpindah lokasi mesti diperlakukan hati-hati agar terhindar dari stress. Sejak akan dibawa dari desa yang dingin sebaiknya dimandikan sebelum dibawa dengan membiarkan sangkar aslinya plus kerodong.
Di dalam perjalanan diusahakan tidak sampai tergoyang-goyang. Sampai di rumah langsung dimandikan. Jika tidak bisa mandi bak bisa dengan jalan disemprot. “Yang terpenting jangan sampai berangkat malam"

Berikut tips memilih burung Anis Merah (AM) yang bagus, berdasarkan ciri fisik (katuranggan) :


  • Pilih AM jantan, biasanya memakai ring atau kita bisa minta garansi ke penjual bahwa AM yang kita beli jantan.
  • Pilih AM yang sehat, tidak sakit & tidak cacat fisik. Biasanya AM yang sehat mempunyai sinar mata tajam tdk mengantuk / sering tidur dan tidak bersemangat.
  • Bentuk mata besar & sinar mata tajam.
  • Bentuk kepala lonjong.
  • Bentuk paruh tebal, besar dan panjang. Biasanya mempunyai power suara yang kuat.
  • Bentuk paruh jika dilihat dari atas terlihat lancip keatas (seperti bentuk buah belimbing).
  • Sobekan paruh pilih yang paling dekat dengan mata.
  • Bentuk lubang hidung memanjang dan lebar.
  • Posisi lubang hidung dekat dengan pangkal paruh.
  • Bentuk leher panjang.
  • Postur badan proposional (leher, badan dan ekor yang panjang) dan tidak gemuk.
  • Sayap mengepit rapat (singset).
  • Jari-jari panjang.
  • Ekor berbentuk huruf M.
Gaya teler dendasarkan pengamatan bentuk fisik :

Gaya Teler Klasik, bila cara berdirinya tegak, sehingga kaki tampak lebih panjang & jenjang.
Gaya Teler Doyong, bila cara berdirinya cenderung ngangkang, artinya posisi jari-jari atau telapak dalam mencengkeram di pangkringan tampak melebar, sehingga posisi badan menjadi lebih rendah. AM dengan gaya teler doyong sekarang sedang banyak diminati.






Gambar TerpostingPenangkaran Anis Merah masih menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Budidaya anis merah bisa menghasilkan keuntungan dan kepuasan mengingat penggemar burung anis merah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Kicau anis merah tergolong merdu, bahkan sebagian orang mengatakan kicau burung Anis Merah sangat seksi (kicau Anis Merah bisa Anda download di bawah artikel ini). Lomba kicau burung Anis Merah juga sering diselenggarakan. Oleh karena itu, beberapa teman penggemar burung sangat antusias melakukan penangkaran Anis Merah sebagai usaha sampingan, disamping menyalurkan hobby.

Cara penangkaran Anis Merah bukanlah hal yang susah bagi penggemar burung ini yang sudah lama mengenal karakter Anis Merah. Untuk menjadi penangkar Anis Merah yang sukses, tentunya dipelukan pengetahuan dasar yang memadai tentang seluk-beluk penangkaran ternak unggas.

Inilah tips cara penangkaran Anis Merah bagi Anda yang berminat melakukan budidaya.
1. Menyiapkan kandang penangkaran Anis Merah yang memenuhi syarat tempat penangkaran. Bahan penting yang harus ada adalah sarang untuk bertelur dan cacing yang merupakan pakan kesukaan burung Anis Merah. Kandang penangkaran bisa berbentuk kotak dengan sekat di bagian tengah. Untuk lebih jelasnya tentang kandang bisa dilihat di Omkicau.com

2. Memilih indukan jantan yang sudah berumur 2 tahun atau lebih. Sedangkan indukan betina sebaiknya sudah pernah bertelur. Pertanda betina sudah birahi biasanya sering mengeleper dan mencuit-cuit seolah memanggil pejantan untuk dikawini.

3. Tempatkan sarang yang terbuat dari sabut kelapa dan diberi daun cemara di atasnya.

4. Kandang penangkaran dibagi menjadi dua dan diberi sekat. Bagian satu disediakan cacing beserta makanan lain, sedangkan sekat satunya diletakkan sarang yang sudah dibuat tadi.

5. Langkah selanjutnya, indukan jantan dimasukkan ke kandang penangkaran yang ada sarangnya, sedangkan si betina dimasukkan ke kandang penangkaran yang sudah disiapkan cacing dan makanan lain. Peletakkan indukan jantan pada bagian kandang yang diberi sarang dimaksudkan agar bahan sarang tersebut dimanfaatkan oleh Anis Merah jantan menarik perhatian Anis Merah betina untuk dikawini. Jika si betina sudah birahi, barulah pejantan membawakan sarang yang terbuat dari daun cemara itu dan menaruh di dekat si betina.

6. Hari pertama perlu disediakan jangkrik dan cacing dengan porsi 3 kali lipat dari biasanya agar birahi kedua indukan meningkat.

7. Pertanda Anis Merah jantan sudah birahi adalah apabila memainkan jangkrik atau cacing di mulutnya. Jika ini terjadi, segera lakukan pemberian pemberian porsi makanan lebih banyak di kandang pejantan. Sedangkan si betina cukup diberi voer agar jika masih lapar akan minta disuapi si jantan. Jika ini sering terjadi selama 3 hari berturut-turut atau lebih maka keduanya bisa disatukan agar terjadi perkawinan. Bagaimana jika tidak terjadi suap-suapan? Wah, ya sabar saja karena beberapa kasus, perjodohannya bisa butuh waktu lebih lama karena dasarnya memang Anis Merah jantan dan Anis Merah betina suka bertengkar.

8. Berdasarkan pengalaman yang dituturkan oleh Wah Haji Padepokan Gamprit, Jika Anis Merah sudah jodoh, harus diusahakan EF selalu tersedia dalam kandang, dan yang paling bagus EF-nya adalah cacing dan jangkring.
Gambar Terposting Kandang Penangkaran Anis Merah 1
Gambar Terposting Kandang Penangkaran Anis Merah 2

Sumber: Wak Haji Padepokan Gamprit